aldi-taher-minta-surat-rekomendasi-ke-jokowi-ada-apa
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Aldi Taher kini kesulitan untuk pergi ke Palembang untuk mengurusi pernikahannya dengan Salsabilih yang rencananya akan dilangsungkan usai lebaran Idul Fitri. Penyebabnya, bandara ditutup untuk penerbangan umum dan adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah untuk memutus rantai penyabaran Covid-19.
Aldi Taher berencana meminta rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) supaya dia diperbolehkan berangkat ke Palembang agar pernikahannya tetap dapat terlaksana. Meskipun wabah virus corona atau Covid-19 masih terjadi di tanah air. Keberangkatan Aldi Taher ke Palembang dalam rangka melakukan meeting terakhir dengan keluarga Salsabilih setelah pembicaraan selama ini banyak dilakukan via telepon dan video call.
“Kalau ada surat rekomendasi dari Pak Jokowi untuk saya diperbolehkan berangkat ke Palembang biar tidak perlu dikarantina. Saya siap untuk cek kesehatan (terlebih dahulu),” aku Aldi Taher kepada Jawapos.com, Selasa (28/4).
Keluarga Salsabilih baru akan memutuskan tanggal pernikahan setelah Aldi Taher datang ke Palembang. Sebelumnya mereka sudah memiliki gambaran terkait hari H pernikahan setelah melakukan komunikasi lewat telepon dan videocall.
“Tanggalnya saya harus ketemu sama orang tuanya Salsabilih dulu. Saya sudah ngobrol lewat video call. Kita Insya Allah niatnya untuk menikah,” tutur Aldi Taher.
Pemain sinetron Emak Ijah Pengen ke Mekah itu selalu berdoa agar pernikahannya dengan Salsabilih bisa terlaksana usai lebaran Idul Fitri nanti. Apalagi kedua orang tua mereka sudah merestui rencana pernikahan ini. “Kita berdoa kepada Allah mudah-mudahan dilancarkan,” ungkap Aldi Taher.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Harry Kane menolak dibandingkan dengan Erling Haaland jelang laga Inggris vs Norwegia dan optimistis The…
Polsek Mandau menangkap pria berinisial MR dalam kasus dugaan peredaran sabu. Polisi menyita 32 paket…
Persaingan Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru makin ketat. Sebanyak 120 atlet muda masih…
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kuansing telah mencapai 82 persen. Plt Bupati Muklisin meminta kontraktor menjaga…
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…