Categories: Nasional

Gula Darah Tinggi, Stop Makan Malam Mulai Pukul 20.00

JAKARTA (RIAUPOS.CO)  – Diabetes tipe 2 adalah suatu kondisi kronis di mana kadar gula darah sering tidak stabil. Pada masa liburan Natal, tentu tradisi makan malam dan pesta yang penuh dengan hidangan bisa mengancam lonjakan gula darah. Lalu bagaimana agar gula darah tetap stabil selama Natal dan tahun baru?

Pola makan memainkan peran dalam mengelola kadar gula darah. Terjerumus dalam kebiasaan diet yang buruk dapat membuat gula darah melonjak.

Maka cobalah berhenti makan pada atau mulai jam 8 malam,” ujar pendiri FAST 800 dr Michael Mosley, seperti dilansir dari Express.co.uk, Jumat (25/12).

”Mulai pukul 7 dan seterusnya, jangan makan apa pun yang berkalori,” saran Michael Mosley.

Menurut Mosley, godaan yang paling besar adalah keju dan biskuit. Itu semua penuh kalori.

Lemak dan gula hanya bertahan di sistem lebih lama. Lebih lama karena tubuh baru saja selesai aktivitas pada malam hari,” tutur Mosley.

Lebih buruk lagi, proses pencernaan akan terhenti. Pembatasan kalori pada Natal hal mudah tapi bisa menjadi kiat jitu. ”Cobalah makan porsi kecil, terutama mengakhiri makan malam lebih awal,” kata Michael Mosley.

Pada siang hari, lanjut Michael Mosley, dianjurkan tetap lakukan berjalan-jalan kecil dan berolahraga.

Mengapa secara khusus mengemil larut malam sangat berisiko jika Anda menderita diabetes tipe 2?

Jika menderita diabetes, camilan larut malam sangat tergantung pada jumlah dan jenisnya. Seperti yang disebutkan Mayo Clinic, camilan larut malam menambah kalori ekstra, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan.

”Dan, jika Anda ngemil setelah makan malam terutama makanan dengan karbohidrat, Anda mungkin bangun keesokan paginya dengan kadar gula darah tinggi,” kata badan kesehatan itu.

”Jika Anda merasa lapar setelah makan malam, cobalah minum segelas air dulu,” sarannya.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghilangkan efek dari hari Natal?

Menurut Mosley, mengonsumsi apa pun hingga 3 ribu-4 ribu secara total pada hari Natal, itu melebihi 2 ribu kalori harian.

”Anda mulai makan banyak cokelat menjelang Natal dan banyak alkohol juga, yang memiliki banyak kalori. Jadi Anda pasti bisa memperbaiki kerusakan dalam beberapa hari dengan membatasi kalori,” kata Mosley.

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

 

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

5 jam ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

1 hari ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

1 hari ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

2 hari ago