Categories: Nasional

Soal Tudingan ‘’Geng Solo’’ di Polri, Ini Faktanya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menunjuk Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Pol Nana Sudjana untuk menduduki kursi Kapolda Metro Jaya. Hal ini menyusul dipromosikannya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Pol Ari Dono Sukmanto yang akan memasuki masa pensiun.

Seiring dengan penunjukan ini, muncul sentimen negatif kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai Jokowi tengah mengangkat “Geng Solo” untuk menduduki jabatan strategis di internal Korps Bhayangkara.

Sebagaimana diketahui, Nana pernah menjabat sebagai Kapolresta Solo pada 2010. Saat itu, bertepatan dengan Jokowi yang menjabat sebagai Wali Kota Solo.

“Prestasi Nana relatif biasa dan tidak ada yang menonjol. Tampilnya Nana sebagai Kapolda Metro menunjukkan Jokowi semakin hendak menonjolkan ‘Geng Solo’ di Polri,” kata Neta kepada JawaPos.com, Sabtu (21/12).

Geng Solo lainnya yang memiliki karir melejit yaitu Brigjen Pol Ahmad Lutfi. Setelah menjabat Kapolresta Solo, dia langsung mendapat promosi sebagai Wakapolda Jawa Tengah. Adapula Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang dulu pernah menjadi Kapolresta Solo sekarang menduduki jabatan Kabareskrim.

Atas dasar itu, IPW menilai Nana sudah dinanti tugas berat di jabatan barunya. Masalah fundamental yang harus segera diselesaikannya yaitu kemacetan di Jakarta yang sudah sangat parah.

“Soal lalu lintas ini perlu menjadi prioritas Nana. Selain itu kasus narkoba yang terus melonjak. Lalu ancaman terorisme dan aksi demo, terutama dari kelompok radikal,” imbuh Neta.

Neta pun menyarankan Nana meniru Gatot yang aktif melakukan pendekatan kepada para ulama dan komunitas keagamaan. Sehingga upaya pencegahan bisa dilakukan secara maksimal.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis kembali merombak struktur organisasi Polri. Dalam Surat Telegram Nomor ST/3330/XII/KEP/2019 tertanggal 20 Desember 2019, jabatan kedua tertinggi di Korps Bhayangkara resmi berpindah. Idham juga menggeser beberapa posisi Kapolda.

Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto dimutasikan sebagai Pati Polri dalam rangka pensiun. Sebagai penggantinya, Idham mempromosikan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Argo Yuwono membenarkan rotasi ini. “Ya benar, TR Wakapolri sudah keluar. Ada juga TR beberapa Kapolda,” kata Argo saat dikonfirmasi JawaPos.com, Jumat (20/12) lalu.

Dalam Surat Telegram lainnya dengan Nomor ST/3331/XII/KEP/2019 dengan tanggal yang sama, Idham menunjuk Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Pol Nana Sudjana sebagai pengganti Gatot. Kemudian Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir dipilih untuk meneruskan tongkat kepemimpinan di Polda NTB.

Share
Published by

Recent Posts

The Zuri Hotel Pekanbaru Hadirkan Promo Intimate Wedding Awal 2026

The Zuri Hotel Pekanbaru menghadirkan promo Intimate Wedding 2026 dengan konsep elegan dan hangat, lengkap…

2 jam ago

JNE Jadi Official Logistics Partner Konser “Dua Delapan” Padi Reborn

JNE menjadi Official Logistics Partner Konser “Dua Delapan” Padi Reborn yang digelar 31 Januari, sekaligus…

2 jam ago

Hotel Grand Suka Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Lewat Baznas Riau

Hotel Grand Suka Pekanbaru menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam melalui Baznas Riau dari 10…

3 jam ago

Kasmarni Tinjau Dermaga Air Putih, Perbaikan Ro-Ro Jadi Prioritas

Bupati Bengkalis meninjau Dermaga Air Putih untuk memastikan perbaikan layanan Ro-Ro, sementara jadwal Ro-Ro Meranti–Tanjung…

3 jam ago

Satpol PP Tegaskan Tak Ada Jukir di Indomaret dan Alfamart Pekanbaru

Satpol PP Pekanbaru mengawasi penerapan parkir gratis di Indomaret dan Alfamart serta membuka layanan aduan…

4 jam ago

Tak Bisa Ditoleransi, Kabel Fiber Optik Berbahaya di Pekanbaru Akan Ditertibkan

Pemko Pekanbaru bersama Forkopimda sepakat menertibkan kabel fiber optik semrawut yang membahayakan keselamatan dan mengganggu…

4 jam ago