Categories: Nasional

Shinta Bachir Kesulitan Eksplore Peran di Film

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Shinta Bachir mengakui bahwa dirinya sudah diidentikkan dengan imej seksi di dunia film. Gara-gara imej itu terlalu lengket pada dirinya, pemain film Suster Keramas itu mengaku malah kesulitan melakukan eksplorasi peran.

Shinta Bachir sejatinya tertantang untuk mendapatkan peran yang bagus. Karena sesuai dengan keyakinannya, mampu menjalani banyak peran di dunia film. Namun sayangnya dia tidak mendapat kesempatan untuk mengeksplore banyak peran. Salah satu penyebabnya, kata Shinta Bachir, dia sudah diidentikkan dengan perempuan seksi. Tawaran peran yang kerap disodorkan kepadanya lagi-lagi peran seksi.

Shinta Bachir mengaku bosan dengan peran kayak gitu terus. Dia justru merasa tertantang untuk main di film action di tahun depan. Mengingat dia termasuk perempuan tomboy, Shinta Bachir optimistis akan mampu bermain dalam film action dengan baik.

"Pengin film action gitu sih. Sebenarnya saya kan orangnya tomboy ya, cuma di Indonesia ketika dicap artis seksi tidak diberi kesempatan dengan peran yang lain," ucap Shinta Bachir saat ditemui di Bandara Soekarno- Hatta, Jakarta, Jumat (27/12).

Seolah hendak membuktikan kalau dia bisa menjawab tantangan dalam peran, Shinta Bachir menceritakan pengalamannya dulu ketika memerankan sebuah karakter perempuan Jawa dalam sebuah sinetron. Menurut penuturannya, banyak pihak menyangsikan kalau dia akan mampu memerankannya. Namun Shinta Bachir mampu membuktikan bisa memainkan peran itu dengan baik.

"Kayak dulu di sinetron enggak ada yang nyangka aku bisa peranin perempuan jawa. Tapi begitu saya peranin, sukses kan," tutur perempuan kelahiran Wonosobo.

Beberapa tahun belakangan Shinta Bachir beberapa kali mendapat tawaran bermain film. Tapi dia menyesalkan tawaran yang masuk adalah peran seksi. Dia pun memilih tidak mengambil tawaran itu. Dia lebih senang menjalani bisnis kuliner yang dimulainya sejak sekitar 2015 silam.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Iduladha 1447 H, Pedagang Kambing Kurban di Pekanbaru Keluhkan Penurunan Pembeli

Penjualan kambing kurban di Pekanbaru masih lesu saat Iduladha. Pedagang mengaku pembeli tahun ini menurun…

8 jam ago

Razia Pajak Kendaraan di Pekanbaru, Pengendara Menunggak Langsung Ditindak

Bapenda Pekanbaru menggelar razia pajak kendaraan dan menemukan banyak kendaraan menunggak pajak hingga tiga tahun.

8 jam ago

Muhammad Haris Resmi Dipilih Jadi Direktur PT SPR

Pemprov Riau menetapkan Muhammad Haris sebagai Direktur PT SPR dan Sri Irianto sebagai komisaris melalui…

8 jam ago

Penyegaran Birokrasi Pemprov Riau, SF Hariyanto Dorong Kinerja Maksimal

Plt Gubri SF Hariyanto melantik ratusan pejabat Pemprov Riau dan meminta seluruh ASN bekerja luar…

9 jam ago

Pasutri Spesialis Curanmor Lintas Kabupaten Dibekuk Polisi di Siak

Polsek Tualang membekuk pasutri spesialis curanmor yang beraksi di Siak dan Pekanbaru. Polisi masih memburu…

9 jam ago

Ribuan Warga Semarakkan Pawai Takbir Iduladha di Bengkalis

Ribuan peserta memeriahkan Pawai Takbir Iduladha 1447 H di Bengkalis. Wabup Bagus Santoso ajak masyarakat…

9 jam ago