FANTASTIS: Sebuah mobil plug-in hybrid sport BMW i8 hanya membutuhkan 2,1 liter untuk menempuh 100 km. Monster yang berakselerasi dari diam ke 100 km/jam dalam 4,4 detik itu juga mampu mencapai kecepatan 250 km/jam. (Muhammad Ali/Jawa Pos)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Era elektrifikasi kendaraan nyatanya tak benar-benar memikat produsen mobil untuk melahirkan lini full Battery Electric Vehicle (BEV). Honda misalnya, produsen otomotif kenamaan itu nyatanya lebih prefer terhadap model hybrid alih-alih full BEV.
Honda yang lebih memilih hybrid dari pada BEV itu disampaikan oleh CEO Honda Takahiro Hachigo dalam wawancara baru-baru ini dengan Autonews, sebagaimana dikutip JawaPos.com pada Jumat (26/12). Ke depannya, dia mengatakan bahwa perusahaannya akan sangat bergantung pada model hibrida, yang menyatakan bahwa tujuan Honda saat ini adalah efisiensi bahan bakar, bukan elektrifikasi.
"Saya percaya kendaraan hybrid akan memainkan peran penting," katanya ketika ditanya tentang elektrifikasi. "Tujuannya bukan elektrifikasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi bahan bakar. Dan kami percaya kendaraan hybrid adalah cara untuk mematuhi berbagai peraturan lingkungan," jelasnya.
Ketika pewawancara mendorong untuk klarifikasi mengenai kendaraan yang sepenuhnya listrik, Hachigo bahkan menembakkan beberapa ‘tembakan peringatan’ ke industri dengan mengatakan apakah benar ada pelanggan yang benar-benar menginginkan kendaraan listrik.
"Saya tidak begitu yakin (konsumen menginginkan kendaraan listrik) karena ada banyak masalah terkait infrastruktur dan perangkat keras. Saya tidak percaya akan ada peningkatan dramatis dalam permintaan kendaraan baterai, dan saya percaya situasi ini benar secara global," imbuhnya.
Hal tersebut dijelaskannya terkait dengan berbagai peraturan di berbagai negara yang harus dipatuhi. Oleh karenanya, pihaknya ingin terus melakukan riset dan pengembangan yang matang kepada kendaraan full BEV sampai benar-benar siap sembari menggenjot efisiensi bahan bakar melalui model hybrid.
Ditanya soal teknologi otonom, pembuat mobil Jepang itu menyatakan tertarik pada teknologi tersebut. Namun, pendekatan riset dan pengembangan terus dilakukan juga.
Sebagai informasi, Honda diketahui memiliki sistem atau teknologi semi otonom yang dikenal sebagai Honda Sensing’ pada beberapa model yang telah lahir di pasaran. Model tersebut adalah Civic dan Accord terbaru.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…
Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…
Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…
Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…
Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…
Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…