Categories: Nasional

Manajemen Agnez Jawab Polemik ‘Tak Miliki Darah Indonesia’

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Nama Agnez Mo beberapa hari terakhir menjadi perbincangan. Bukan karena lagu anyarnya, Nanana, yang baru saja dirilis. Melainkan karena sepenggal video wawancara dirinya dengan BUILD Series NYC di YouTube yang viral di media sosial.

Potongan video berdurasi 32 detik itu menampilkan Agnez yang menjawab pertanyaan host Kevan Kenney tentang mengapa dirinya berbeda dengan orang-orang di sekitarnya. Agnez lantas menjawab bahwa dirinya tidak memiliki Indonesian blood. Sebab, dia adalah keturunan Jerman, Jepang, dan Tiongkok. Potongan video itu pun menjadi kesalahpahaman nasional.

Banyak yang menyebut Agnez seolah tidak mengakui kewarganegaraannya. Beberapa warganet juga menganggap Agnez berkhianat. Padahal, jika dilihat lebih detail dalam video aslinya yang diunggah di kanal YouTube BUILD Series pada 22 November lalu, tidak seperti itu. Dia beberapa kali menjelaskan budaya Indonesia. Juga mengatakan betapa cintanya dia terhadap negara kelahirannya tersebut.

Agnez sempat buka suara terkait dengan hal itu lewat percakapan direct message di Instagram bersama musisi Anji. ’’Hehe.. padahal aku ngomong soal darahku. Ancestor. Tapi justru maksudnya bahwa walaupun aku minoritas (dan berbeda), tapi justru negara Indonesia mengajarkan budaya inklusifitas. Bhinneka tunggal ika. Lol. Tapi malah disalah artikan…’’ tulis Agnez. Jawa Pos kemarin menemui Steve Muljoto, kakak sekaligus manajer Agnez di Indonesia. Berikut wawancaranya.

Bagaimana tanggapan manajemen terhadap potongan video wawancara Agnez Mo dengan BUILD Series yang telanjur beredar luas dan memantik beragam reaksi?

Kami perlu meluruskan ini. Video wawancara itu totalnya 27 menit 3 detik. Lalu, Agnez berbicara soal Indonesia itu ada di menit ke-4 detik 47 dan berakhir kira-kira menit ke-7 detik 30. Kurang dari 3 menit lah kira-kira Agnez berbicara mengenai masalah Indonesia. Jadi, harus dilihat konteksnya dari awal. Bahkan ketika ditanya oleh host kenapa Agnez tidak mau mengumpat dalam bahasa Indonesia. Dia menjawab tidak mau melakukannya karena tidak ingin mengecewakan negaranya. I’m not gonna dissapoint my country. Begitu jawabannya. Sudah jelas kan kalau dia menyebut Indonesia adalah negaranya. Agnez tidak pernah ngomong kalau dia bukan orang Indonesia.

Lalu, host Kevan Kenney bertanya tentang bagaimana keragaman budaya di Indonesia.

Ya. Agnez menjelaskan kalau Indonesia punya lebih dari 18 ribu pulau dan punya keragaman budaya, mulai musik tradisional sampai traditional outfit. Dalam penjelasannya pun dia mengatakan dengan we have, yang menyatakan kalau itu adalah bagian dari dirinya. Tidak ada yang bisa merebut itu dari dia.

Kemudian, host menanyainya soal look, mengenai fisik dan visual Agnez yang menurut host agak berbeda jika dibandingkan dengan orang lainnya. Jadi, jawabnya kan ujung-ujungnya soal garis keturunan. Biologis. Indonesian blood yang disebut tidak diartikan darah, tapi keturunan. Contohnya menyebut kalau bukan keturunan Jawa atau Dayak. Agnez keturunan Tiongkok, Jepang, dan Jerman. Jangan diartikan seolah-olah dia menyepelekan.

Dalam wawancara itu juga kan dia menjelaskan sebagai warga keturunan, dia bukan mayoritas. Tetapi, masyarakat menerimanya. Meskipun dia punya minoritas dari sisi garis keturunan dan agama, Indonesia menerimanya apa adanya. Itu intinya. Dia berusaha ngomong Indonesia negara yang sangat open-minded. Kok malah gara-gara itu jadi diserang. Kan konyol.

Apakah ada langkah lain yang akan dilakukan manajemen untuk mengatasi masalah ini?

Buat kami, yang penting adalah meluruskan ini. Kami tidak memikirkan yang lain (memerkarakan atau mengambil langkah hukum, Red). Kalau dia salah, dia pasti akan meminta maaf. Masalahnya, dia tidak salah. Lebih baik promote love and forgiveness. Itu yang selalu disuarakan oleh Agnez selama ini.

Kondisi Agnez bagaimana setelah tahu permasalahan ini?

Yang jelas sedih. Tapi dia berpikir, terserah deh. Mau dilawan juga ngapain.

Apa ini mengganggu tur yang sedang dia jalani di New York dan Los Angeles?

Dia tidak terganggu. Tapi, bukan berarti dia menganggap (masalah) ini enteng. Dia profesional, terbiasa mengotak-ngotakkan masalah.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Lima Qori dan Qoriah Kuansing Lolos Perkuat Riau di MTQ Nasional 2026

Kuansing sukses menjadi tuan rumah MTQ Riau 2026 dan meloloskan lima qori-qoriah untuk memperkuat kafilah…

7 jam ago

Masih Ada 3.350 Kursi Kosong di SD Negeri Pekanbaru, Ini Sebaran Lengkapnya

Pemko Pekanbaru mencatat masih ada 3.350 kursi kosong di 108 SD Negeri usai pengumuman SPMB…

7 jam ago

Ribuan Warga Antusias Ikuti Fun Walk Mitsubishi Motors dan Riau Pos di Grand Ubud Pekanbaru

Fun Walk Mitsubishi Motors bersama Riau Pos di Grand Ubud Pekanbaru berlangsung meriah, menghadirkan olahraga,…

7 jam ago

Hakim Vonis IRT Bersalah Usai Hina Dokter Spesialis, Dijatuhi Denda Rp5 Juta

IRT di Pekanbaru divonis bersalah atas tindak pidana penghinaan terhadap seorang dokter spesialis dan dijatuhi…

7 jam ago

Brazil adalah Brazil, Ancelotti Tetaplah Don Carlo

Carlo Ancelotti mulai menunjukkan sentuhan pragmatis bersama Brazil. Kini Selecao bersiap menghadapi ancaman Erling Haaland…

1 hari ago

Pecah Rekor 10 Tahun, Kafilah Inhu Sukses Tembus 4 Besar MTQ Riau 2026

Kafilah Inhu mencetak sejarah dengan finis di peringkat IV MTQ Riau 2026. Prestasi terbaik dalam…

1 hari ago