mi-instan
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rani tinggal bersama kedua orang tuanya. Ibunya adalah perempuan penyabar yang rajin dan sangat pandai memasak. Setiap hari ibu memasakkan makanan bervariasi, sehat, lezat, dan bergizi.
Namun, Rani sangat menyukai mi instan. Meskipun ibu sudah menyiapkan hidangan yang enak untuk dimakan, Rani kerap memasak mi instan diam-diam di dapur, serta melewatkan waktu
makan bersama. Karena itu lah, ibu kerap marah-marah lantaran Rani tidak makan apa yang sudah disajikan dan memilih masak mi instan. Kendati demikian, ibu masih menyisakan makanan di meja makan agar jika Rani lapar bisa memakannya.
Tetapi Rani tetap memilih makan paling terakhir agar dapat alasan untuk memasak mi instan kesukaannya.
Suatu hari, ibu pulang membawa dua kardus mi instan. Rani terheran-heran karena biasanya ibu tak pernah menyetok mi, dengan alasan kesehatan.
Rani semakin heran saat tidak melihat makanan apa pun di atas meja. Hidangan-hidangan yang biasanya tersaji kini absen, bahkan ibu juga tidak memasak nasi sedikit pun.
"Abisin itu mi-nya! Ibu nggak mau masak lagi. Toh juga nggak dimakan," ujar ibu sembari meninggalkan Rani.
"Alamaak..! Ibu marah," ujar Rani tidak tahu harus senang atau sedih.(anf)
Wako Pekanbaru jemput dukungan pusat untuk percepat waste station dan penataan TPA, dorong sistem pengelolaan…
Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur tewaskan 15 orang. Korban terjebak hingga…
Kemdiktisaintek tegaskan penghapusan prodi bukan kebijakan pusat, melainkan kewenangan kampus sesuai kebutuhan dan perkembangan.
Pertalite langka di Bangkinang akibat kuota bulanan habis. Pasokan tambahan terbatas, masyarakat diminta tetap tertib…
PTPN IV PalmCo targetkan tanam 50.000 pohon di 2026 melalui program One Man One Tree…
Whiz Prime Pekanbaru hadirkan kopi tema Mobile Legends dengan konsep kekinian, tempat nongkrong nyaman dan…