mi-instan
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rani tinggal bersama kedua orang tuanya. Ibunya adalah perempuan penyabar yang rajin dan sangat pandai memasak. Setiap hari ibu memasakkan makanan bervariasi, sehat, lezat, dan bergizi.
Namun, Rani sangat menyukai mi instan. Meskipun ibu sudah menyiapkan hidangan yang enak untuk dimakan, Rani kerap memasak mi instan diam-diam di dapur, serta melewatkan waktu
makan bersama. Karena itu lah, ibu kerap marah-marah lantaran Rani tidak makan apa yang sudah disajikan dan memilih masak mi instan. Kendati demikian, ibu masih menyisakan makanan di meja makan agar jika Rani lapar bisa memakannya.
Tetapi Rani tetap memilih makan paling terakhir agar dapat alasan untuk memasak mi instan kesukaannya.
Suatu hari, ibu pulang membawa dua kardus mi instan. Rani terheran-heran karena biasanya ibu tak pernah menyetok mi, dengan alasan kesehatan.
Rani semakin heran saat tidak melihat makanan apa pun di atas meja. Hidangan-hidangan yang biasanya tersaji kini absen, bahkan ibu juga tidak memasak nasi sedikit pun.
"Abisin itu mi-nya! Ibu nggak mau masak lagi. Toh juga nggak dimakan," ujar ibu sembari meninggalkan Rani.
"Alamaak..! Ibu marah," ujar Rani tidak tahu harus senang atau sedih.(anf)
Kualitas udara Pekanbaru memburuk, siswa PAUD hingga SMP belajar daring dari rumah. MBG tetap disalurkan…
Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…
Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…
Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…
SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…
PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…