mi-instan
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rani tinggal bersama kedua orang tuanya. Ibunya adalah perempuan penyabar yang rajin dan sangat pandai memasak. Setiap hari ibu memasakkan makanan bervariasi, sehat, lezat, dan bergizi.
Namun, Rani sangat menyukai mi instan. Meskipun ibu sudah menyiapkan hidangan yang enak untuk dimakan, Rani kerap memasak mi instan diam-diam di dapur, serta melewatkan waktu
makan bersama. Karena itu lah, ibu kerap marah-marah lantaran Rani tidak makan apa yang sudah disajikan dan memilih masak mi instan. Kendati demikian, ibu masih menyisakan makanan di meja makan agar jika Rani lapar bisa memakannya.
Tetapi Rani tetap memilih makan paling terakhir agar dapat alasan untuk memasak mi instan kesukaannya.
Suatu hari, ibu pulang membawa dua kardus mi instan. Rani terheran-heran karena biasanya ibu tak pernah menyetok mi, dengan alasan kesehatan.
Rani semakin heran saat tidak melihat makanan apa pun di atas meja. Hidangan-hidangan yang biasanya tersaji kini absen, bahkan ibu juga tidak memasak nasi sedikit pun.
"Abisin itu mi-nya! Ibu nggak mau masak lagi. Toh juga nggak dimakan," ujar ibu sembari meninggalkan Rani.
"Alamaak..! Ibu marah," ujar Rani tidak tahu harus senang atau sedih.(anf)
Brasil ditahan imbang Maroko 1-1 pada laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026. Ancelotti menilai…
Puluhan guru bantu mendatangi DPRD Kampar untuk meminta kepastian pembayaran honor yang belum diterima sejak…
Seorang perempuan berusia 21 tahun tewas saat bungee jumping di Brazil. Polisi menyelidiki dugaan kelalaian…
Alwi Farhan sukses menjuarai Australia Open 2026 setelah mengalahkan Dong Tian Yao dan mengakhiri periode…
Pemkab Bengkalis mengajukan kerja sama pengelolaan e-ticketing RoRo guna meningkatkan pelayanan, mengurangi antrean, dan mengoptimalkan…
UIN Suska Riau menggelar penebaran benih ikan dan penguatan komunikasi publik sebagai wujud kepedulian lingkungan…