Categories: Nasional

Rumah Kreatif Suku Seni Riau (RK – SSR)

(RIAUPOS.CO) — Rumah Kreatif Suku Seni Riau adalah sebuah ruang seni tempat para kreator, seniman, pegiat seni, akademisi seni, penikmat seni, pegiat industri kreatif menyelenggarakan berbagai aktivitas seni budaya baik tradisi maupun modern.

Komunitas yang mulai ada sejak tahun 2017 ini, didirikan langsung oleh Seniman Pemangku Negeri (SPN) Marhalim Zaini S Sn MA dan beberapa seniman Riau lainnya. Bermula dari gagasan dan kegelisahan kreatif Marhalim Zaini untuk mementaskan sebuah pertunjukan dan membentuk sebuah komunitas seni di Riau, dibukalah audisi pemain di media sosial yang akhirnya terus berlanjut hingga kini menjadi sebuah komunitas besar. Komunitas inipun kini sudah terdaftar sebagai lembaga yang legal dengan akte notaris dan pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia.

Sebagai suatu komunitas seni, RK SSR memiliki visi untuk membangun dan menggerakan atmosfer kreatif melalui penciptaan dan aktivitas seni budaya dengan menggali berbagai potensi seni dalam masyarakat yang bergerak, dan senantiasa mengupayakan keterlibatan masyarakat penikmatnya secara luas. Untuk mewujudkan ini semua RK SSR memiliki pengurus serta anggota tetap dan tidak tetap di dalamnya. Perekrutan para anggotanya pun dilakukan dengan berbagai cara, formal maupun informal.

Sejak berdirinya hingga kini, RK SSR selalu aktif melakukan berbagai program baik yang bersifat internal maupun yang melibatkan masyarakat. Di tahun 2019 saja komunitas ini sudah beberapa kali melakukan diskusi seni dan diskusi sastra, workshop seni teater dan workshop menulis, halal bi halal antar anggota serta rutin melakukan latihan dalam persiapan menuju pementasan  teater-puisi Agama Sungai. Pertunjukan ini nantinya akan ditampilkan dalam iven Kenduri Seni Rakyat Riau 2019 di Taman Budaya Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru. kompleks Taman Budaya Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru dan terbuka untuk umum.

“Agama Sungai adalah produksi besar yang ketiga setelah sebelumnya Dilanggar Todak dan Orang Laut. Sebagaimana juga dua pertunjukan yang lalu, Agama Sungai juga mengangkat isu lingkungan, terutama sungai sebagai peradaban masyarakat Sumatera, yang kini telah banyak beralih fungsi dan terabaikan, bahkan tercemar. Pertunjukan seni ini akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Sungai Nasional, 27 Juli. Kami menyambut baik dan turut berterimakasih telah diundang untuk tampil di iven ini. Semoga iven ini juga bisa menjadi media komunikasi dan silaturahmi antar seniman, karena ini memang sebuah kenduri” ujar Marhalim.

Kedepannya komunitas ini akan terus melakukan berbagai kegiatan positif di bidang seni dan sastra. Keanggotaannyapun akan terus diperbaharui dengan rutin melakukan open recruitment agar semakin banyak orang yang memiliki wadah dalam mengembangkan kecintaannya terhadap seni.(w/azr)

 

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

HPT Rohil Berhasil Kumpulkan 150 Kantong Darah di Aksi Donor Darah

HPT Rohil bersama PMI Pekanbaru berhasil mengumpulkan 150 kantong darah dalam kegiatan donor darah di…

5 jam ago

Umri Wisuda 418 Lulusan, Perkuat Langkah Menuju Kampus Unggul

Umri mewisuda 418 lulusan dan terus memperkuat langkah menuju kampus unggul dengan pengembangan fasilitas dan…

5 jam ago

Baru Dua Kecamatan, Program 1 ASN 1 RW Pekanbaru Segera Diperluas

Pemko Pekanbaru mulai menerapkan program 1 ASN 1 RW di dua kecamatan dan akan memperluas…

6 jam ago

Operasional KMP Tirus Normal Lagi, Rute Insit-Mengkapan Kembali Dibuka

KMP Tirus kembali beroperasi melayani rute Insit-Mengkapan usai baling-baling kapal yang tersangkut jaring selesai diperbaiki.

7 jam ago

Penerimaan Murid Baru di Inhil Kini Lebih Transparan dengan Sistem Digital

Dinas Pendidikan Inhil mulai menerapkan Sistem Penerimaan Murid Baru berbasis digital untuk tahun ajaran 2026/2027.

7 jam ago

Bakal Calon Rektor Unri, Prof Jimmi Copriady Usung Kolaborasi dan Inovasi Kampus

Prof Jimmi Copriady dinilai memiliki rekam jejak kuat dan layak maju sebagai bakal calon Rektor…

7 jam ago