Categories: Nasional

BW Pertanyakan Kualitas Nyali Firli Bahuri Cs

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengomentari penjagaan super ketat terhadap Gedung Merah Putih KPK pada Jumat (28/5).

Pasalnya kantor lembaga antirasuah itu dijaga oleh sejumlah personel TNI-Polri menyusul rencana aksi yang digelar Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi bertema "Ruatan Rakyat untuk KPK".

"Begitu takutkah pimpinan KPK pada unjuk rasa Koalisi Masyarakat Sipil? Padahal, masyarakat sipil yang selama ini menjaga dan membesarkan KPK dalam upaya pemberantasan korupsi," kata pria yang karib disapa BW dalam keterangannya, Jumat (28/5).

BW lantas mempertanyakan nyali Firli Bahuri dkk yang kini sudah tidak lagi dipercaya publik.

"Apakah ini pertanda nyalinya tak lagi menyala, karena publik tak lagi percaya dan Pimpinan KPK tak bisa lagi dipercaya?" ungkap BW.

"Bungker dan tameng melalui penjagaan aparat keamanan yang berlebihan justru kian memperlihatkan kualitas nyala nyalimu, serta hal itu tak akan pernah bisa melindungi diri dari kehancuran legitimasi," sambungnya.

BW menegaskan, yang menegakkan marwah dan kehormatan KPK adalah ruh integritas dan profesionalitas tanpa batas yang terus-menerus dijaga. Karena itu, BW meminta Firli untuk tidak takut menghadapi pengunjuk rasa.

"Hadapi para pengunjuk rasa itu, tunjukan kan kelas kepimpinanmu. Publik mempertanyakan upaya pemberantasan, apakah sikap sok kuasa, angkuh, politik terus menerus meninggikan kedunguan akal sehat bisa memberantas korupsi?" kata BW.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengklaim, KPK tidak meminta pengamanan dari kepolisian yang juga dibantu personel TNI di sekitar area Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan. Pantauan di lokasi terlihat mobil Raisa hingga mobil barakuda berjaga di depan gedung KPK.

"Nggak ada permintaan KPK," ucap Ali Fikri dalam keterangannya.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, untuk penjagaan keamanan obyek vital di antaranya Gedung KPK," sambungnya.

Penjagaan di sekitar gedung merah putih KPK terkait akan adanya gelombang unjuk rasa pemecatan 51 orang, dari 75 pegawai yang tidak memenuhi syarat tes wawasan kebangsaan (TWK) alih status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Penjagaan ini dipastikan akan dilakukan dengan upaya persuasif kepada pihak-pihak jika terjadi potensi gangguan kemanan," pungkas Ali.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Bau Menyengat Sampah dan Bangkai, Jalan Pelajar Bagan Batu Dikeluhkan Warga

Jalan Pelajar Bagan Batu dipenuhi sampah dan bangkai hingga menimbulkan bau menyengat. Warga mendesak pemerintah…

9 jam ago

Aryaduta Pekanbaru Hadirkan Pengalaman Iftar Khas Arab dengan 101 Menu

Aryaduta Hotel Pekanbaru menghadirkan paket Iftar Arabic Delight dengan 101 menu Nusantara dan Arab, lengkap…

10 jam ago

Dukung Green City, Pemko Pekanbaru Genjot Pembersihan 900 Km Drainase

Pemko Pekanbaru menargetkan pembersihan 900 km drainase dan saluran air tahun ini untuk mendukung program…

10 jam ago

Bupati Rohul Tebar 3.000 Bibit Ikan di Lubuk Larangan Kabun, Dukung Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Bupati Rohul menebar 3.000 bibit ikan di Lubuk Larangan Desa Kabun untuk mendukung ketahanan pangan,…

11 jam ago

Pengelolaan Aset Dinilai Produktif, UIN Suska Riau Sabet Penghargaan KPKNL

UIN Suska Riau meraih penghargaan Terbaik III Produktivitas BMN 2025 dari KPKNL Pekanbaru atas komitmen…

11 jam ago

Kasus Penembakan Gajah di Pelalawan Jadi Atensi Khusus Kapolda Riau

Polda Riau memburu pelaku penembakan gajah Sumatera di Ukui. Polisi menemukan proyektil peluru dan memeriksa…

13 jam ago