berkendara-saat-liburan-waspadai-hal-ini-saat-menyetir-di-jalan-tol
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Libur akhir tahun menyambut natal dan tahun baru (Nataru), terlebih momen tahun baru 2022 banyak dimanfaatkan warga untuk berlibur. Selama melakukan perjalanan darat, kewaspadaan selama berkendara tetap harus menjadi perhatian. Beberapa hal yang dinilai sangat berbahaya dan sangat dilarang saat menyetir diharapkan menjadi perhatian pengendara.
Beberapa hal yang dilarang saat menyetir, juga menjadi perhatian pihak pengelola ruas jalan tol di tanah air. Imbauan juga diberikan kepada pengguna Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), khususnya bagi masyarakat Riau yang sudah memiliki jalan tol Pekanbaru-Dumai (Permai).
Ketua Tim Satgas Nataru dan EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo dalam keterangan resminya menyambut libur Nataru 2021 mengatakan, peningkatan kesadaran berkendara saat Natal dan tahun Baru 2021 perlu ditingkatkan. Karena di saat-saat itulah volume kendaraan mulai meningkat di sepanjang jalan tol.
“Kesadaran berkendara dimulai dengan hal-hal kecil. Mulai dari memperhatikan kondisi fisik saat menyetir. Bila Lelah dan mengantuk, hendaknya langsung istirahat di Rest Area terdekat dan dilarang meneruskan perjalanan. Karena, bila sampai terjadi microsleep maka risiko kecelakaan akan tinggi,” kata Tjahyo.
Apa yang dimaksud Microsleep? Dijelaskan Tjahyo, Microsleep adalah kondisi dimana orang tanpa tersadar tertidur dengan durasi singkat sekitar 5-10 detik saja. Walau tidur singkat, namun microsleep menjadi salah satu faktor utama, biasanya kecelakaan di sepanjang jalan tol.
Lebih lanjut, Tjahjo juga mengimbau masyarakat untuk tidak bermain ponsel saat menyetir. Mulai dari membalas pesan, menerima telepon, apalagi membuat konten video sambil berkendara adalah hal-hal yang sangat dilarang.
“Selain membahayakan diri sendiri, aktivitas seperti ini juga membahayakan orang lain,” tutur Tjahjo.
Tjahjo mengungkapkan, belakangan ini ada masyarakat yang membuat konten video sambil menyetir dan memacu kecepatan kendaraannya, lalu mengunggahnya di media sosial. Hal seperti ini tidak dibenarkan sama sekali, selain tidak keren, masyarakat yang melakukan aktivitas tersebut
juga bisa kena tilang.
“Karena kami sudah memasang CCTV di setiap satu kilometer di jalan tol dengan dua arah kamera. Jadi, bila ada masyarakat yang bermain ponsel saat berkendara, polisi akan turun tangan,” tegasnya.
Jadi, dengan mewaspadai Microsleep dan hal-hal lain yang dilarang saat berkendara, diharapkan masyarakat pengguna jalan yang ingin liburan menggunakan kendaraan. Agar dapat tetap waspada dan berhati-hati di jalan agar selamat sampai tujuan.
Editor: Eka G Putra
Pemkab Inhil memastikan TPP dan THR ASN telah dibayar penuh sebelum Lebaran, tanpa tunggakan, untuk…
Warga Pekanbaru yang menebang pohon tanpa izin disanksi menanam 30 pohon sebagai bentuk tanggung jawab…
Bupati Rohul mengimbau masyarakat dan UMKM menjaga kebersihan Kompleks Bina Praja seiring meningkatnya aktivitas di…
Alam Mayang Pekanbaru tetap ramai dikunjungi saat libur Lebaran, meski jumlah wisatawan turun sekitar 30…
Gaji ASN Meranti Maret 2026 sempat terlambat. Pemkab memastikan pembayaran tetap dilakukan dan ditargetkan tuntas…
Polres Siak intensifkan patroli SPBU untuk memastikan stok BBM aman, mencegah kelangkaan, dan menjaga kenyamanan…