Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi lapor polisi karena akun twitter miliknya diretas oleh orang tak dikenal dan diisi gambar mesum. (dok JawaPos.com)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Belum sepekan Zainut Tauhid Sa’adi menjabat sebagai Wakil Menteri Agama (Wamenag), namun akun media sosislanya sudah bikin geger warganet alias netizen. Pasalnya, akun twitter milik Zainut mendadak dipenuhi gambar mesum.
Karena itu, Zainut meminta masyarakat untuk tidak percaya dengan konten media sosial yang mengatasnamakan dirinya. Karena saat ini konten miliknya sudah diretas dan di bawah kendali orang tak dikenal.
“Saya menginformasikan kepada masyarakat, akun Twitter saya diretas orang yang tidak bertanggung jawab dengan menyisipkan konten pornografi,” kata Zainut dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Ahad (27/10).
Dia menyebutkan, akun Twitter @zainuttauhid dikelola oleh stafnya. Sekitar pukul 10.00 pagi, Zainut menerima laporan akunnya diretas. Akunnya berisi konten porno yang membuat warganet bereaksi keras.
“Jadi saya kembali tegaskan akun Twitter saya diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Semua hal yang beredar atas nama saya adalah hoaks,” ucapnya.
Lebih lanjut, Zainut mengatakan, dirinya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian Polda Metro Jaya untuk segera ditindaklanjuti.
“Sementara ini akun Twitter @zainuttauhid tidak saya pakai. Mohon masyarakat tidak terkecoh,” pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
BRK Syariah resmi meluncurkan layanan Rahn Gadai Emas di Bintan untuk memperluas akses pembiayaan syariah…
PLN UIP Sumbagteng menggelar sosialisasi PLN Mobile di Tapung Hilir untuk memperluas literasi digital kelistrikan…
Harga karet petani Kuansing kembali naik menjadi Rp20.125 per kilogram. Produksi meningkat seiring membaiknya harga…
Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.
Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.
Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.