Categories: Nasional

Pengusaha Diminta Jaga Fisik Jalan

ROKANHILIR (RIAUPOS.CO) — Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno AMp mengingatkan kalangan pengusaha untuk turut memiliki rasa tanggung jawab atas keberadaan akses jalan lintas. Sehingga bisa taat dengan aturan pembatasan tonase yang telah ditetapkan. Tujuannya agar fisik jalan yang ada tidak cepat mengalami kerusakan.

Hal itu ditegaskan bupati disela acara evaluasi bersama Inspektorat Rohil di Gedung Pertemuan H Misran Rais di Bagansiapiapi,  baru-baru ini.

"Akses jalan seperti kita ketahui menjadi cepat rusak karena tonase kendaraan yang luar biasa. Terutama yang mengangkut sawit. Untuk itu kedepan tidak bisa seenaknya lagi, harus dibatasi. Pemerintah berencana memasang pembatasan muatan kendaraan agar jalan yang sudah bagus dibangun tidak cepat rusak," ujar bupati.

Menurutnya, komitmen pihak swasta selaku pengguna jalan dibutuhkan. Sebab kalangan pengusaha terutama yang berkaitan dengan keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) adalah pihak yang notabene adalah pengguna jasa dan pelaku transportasi. Maka sangat penting dalam rangka menjalankan komitmen dan dukungannya terhadap kebijakan tersebut.

"Tanpa dukungan dan komitmen dari pihak swasta selaku pengguna maka kebijakan apapun tidak akan mampu diimplementasikan secara komprehensif," tegas bupati.

Ditambahkan bupati, sejak tiga tahun terakhir Pemkab Rohil dihadapkan pada persoalan menurunnya kemampuan keuangan daerah dalam membiayai program kegiatan pembangunan. Terutama penyediaan infrastruktur dasar baik jalan dan jembatan, transportasi, pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

Penurunan kemampuan keuangan daerah tersebut disebabkan terjadinya penurunan penerimaan daerah yang berasal dari sektor migas. Oleh karena itu pembangunan infrastruktur terutama jalan sebagai urat nadi perekonomian daerah wajib dijaga bersama. Mengingat anggaran yang dibutuhkan untuk pemeliharaan dan pembangunan jalan baru sangat besar.

Menurut bupati pemerintah daerah telah mengambil beberapa kebijakan untuk mengurangi ketergantungan keuangan daerah dari sektor migas dengan melakukan berbagai upaya untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu sumber PAD yang belum dikelola secara optimal adalah dari sub sektor perparkiran berupa pajak parkir.

"Untuk itu diminta kepada saudara pimpinan PKS dan pemilik usaha ram sawit untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait teknis pengelolaan dan pembinaan perparkiran," tambahnya.(adv)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tekan Balap Liar dan Knalpot Brong, Polisi Sita 12 Motor di Pekanbaru

Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…

14 jam ago

Inovasi Layanan Umrah, Menang Tour & Travel Launching MMC

PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…

14 jam ago

Baznas Riau Catat Zakat ASN Pemprov Riau Tembus Rp52 Miliar

Baznas Riau mencatat zakat ASN Pemprov Riau tahun 2025 mencapai Rp52,5 miliar dan terus mengoptimalkan…

14 jam ago

Penolakan Relokasi Menguat, Masyarakat Cerenti Tanda Tangani Petisi

Masyarakat Cerenti menggelar aksi damai dan menandatangani petisi menolak rencana relokasi warga TNTN ke Desa…

15 jam ago

Kantin SDN 169 Pekanbaru Terbakar Dini Hari, Damkar Kerahkan 5 Unit

Kantin SDN 169 Pekanbaru terbakar dini hari. Lima unit damkar dikerahkan untuk memadamkan api dan…

15 jam ago

Dermaga Peranggas Meranti Kian Memprihatinkan, DPRD Minta Perhatian Pemerintah

Dermaga Peranggas di Kepulauan Meranti kian memprihatinkan dan dinilai tak layak pakai. DPRD mendesak pemerintah…

16 jam ago