Categories: Nasional

2.500 Peserta Ikuti Webinar Nasional di STIKes Hang Tuah Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di masa pandemi Covid-19, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Hang Tuah Pekanbaru kembali menggelar Webinar Nasional bertajuk ‘’Peran Tenaga Kesehatan dalam Meningkatkan Kesehatan Reproduksi’’ dengan bobot SKP IBI dan IAKMI yang dibuka langsung oleh Ketua Yayasan Hang Tuah Pekanbaru dr H Zainal Abidin MPH dan Ketua STIKes Hang Tuah Pekanbaru H Ahmad Hanafi SKM MKes. Kegiatan Webinar ini diprakarsai oleh Wakil Ketua 1 Bidang Akademik STIKes Hang Tuah Pekanbaru Yuyun Priwahyuni SKM MKes dengan moderator Ketua Program Studi S1 Kebidanan STIKes Hang Tuah Pekanbaru Juli Selvi Yanti SST MKes.

Webinar Nasional yang dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2020, diikuti oleh lebih 2.500 peserta dari seluruh nusantara dan menghadirkan dua pemateri Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi  Dr dr M Alamsyah Azis SpOG KFM KIC MKes yang merupakan Ketua Pokja Infeksi Saluran Reproduksi Pengurus Pusat POGI dan dokter ini sangat dikenal andal di bidangnya. Kemudian pembicara berikutnya dokter spesialis kandungan sekaligus Manager Pelayanan Medis  Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru dr Ronal Jackson Sinaga SpOG dengan mengangkat judul materi "Triple Eliminasi, Sudah Sampai di Mana Kita? Apa Peran Provider Kesehatan?" dan "Keputihan, Bagaimana Cara Mengatasinya dalam Praktik Sehari-hari?".

Dalam pemaparan materinya Dr dr Alamsyah Azis SpOG KFM KIC MKes mengatakan bahwa penularan HIV, sifilis dan hepatitis B dari ibu ke anak dapat dicegah dengan melakukan promosi kesehatan, surveilans kesehatan, deteksi dini oleh Nakes, pemeriksaan dini pada ibu hamil melalui program ANC dan PMTCT/tes laboratorium dan penanganan kasus yang harus dilakukan dengan benar sehingga risiko penularan dapat segera ditekan.            

Dalam materinya dr Ronald Jackson Sinaga SpOG mengungkapkan bahwa keputihan patologis yang terjadi pada wanita jangan dianggap sepele karena dapat menyebabkan tingginya angka morbiditas penyakit vulvovaginitis dan dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan jika tidak segera diatasi. Oleh karena itu bagi Nakes perlu meningkatkan kemampuan diagnostik dalam mengatasi keputihan abnormal.(nto/c)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

2 hari ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

2 hari ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

2 hari ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

2 hari ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

3 hari ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

3 hari ago