SINGAPURA (RIAUPOS.CO) – Singapura telah menghentikan sementara penggunaan dua vaksin influenza sebagai tindakan pencegahan setelah beberapa orang yang menerimanya di Korea Selatan meninggal dunia. Singapura menjadi salah satu negara pertama yang secara terbuka mengumumkan penghentian penggunaan vaksin tersebut.
Korea Selatan melaporkan bahwa 48 orang telah meninggal pada Sabtu lalu setelah mendapatkan suntikan vaksin flu. Namun, pemeriksaan lebih lanjut diklaim tidak menemukan hubungan langsung antara kematian dan suntikan.
Kementerian Kesehatan Singapura dengan tegas memutuskan penggunaan dihentikan sementara. Sedikitnya ada dua vaksin yang dihentikan.
“Tidak ada kematian terkait dengan vaksinasi influenza yang dilaporkan di Singapura hingga saat ini, tetapi keputusan untuk menghentikan penggunaan SKYCellflu Quadrivalent dan VaxigripTetra adalah tindakan pencegahan,” kata Kementerian Kesehatan dan Otoritas Ilmu Kesehatan (HAS) Singapura.
HSA menghubungi otoritas Korea Selatan untuk informasi lebih lanjut saat mereka menyelidiki untuk menentukan apakah kematian terkait dengan vaksinasi influenza. SKYCellflu Quadrivalent diproduksi oleh SK Bioscience Korea Selatan dan didistribusikan secara lokal oleh AJ Biologics, sedangkan VaxigripTetra diproduksi oleh Sanofi dan didistribusikan secara lokal oleh Sanofi Aventis.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…
Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…
Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan promo School Holi-Deals selama Juli 2026 dengan paket menginap lengkap untuk…
Syahrul Aidi mengecam penghadangan Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat dan meminta aparat menjamin keamanan…
Daftar ulang SPMB SD Negeri di Pekanbaru resmi dimulai. Orang tua melengkapi berkas, sementara sekolah…
Pemkab Kepulauan Meranti resmi menerapkan manajemen talenta ASN setelah mendapat persetujuan BKN. Pengisian JPTP tak…