Ramil Shamsutdinov, pelaku penembakan massal yang menewaskan dua perwira dan enam prajurit Rusia. (PROJECT BAZA VIA AP)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Delapan tentara Rusia tewas dan dua lainnya terluka akibat ditembak rekan sendiri di Siberia, Jumat (25/10/2019). Pelaku yang telah ditangkap itu diduga sedang stres berat.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, tragedi ini terjadi di pangkalan militer di Kota Gorny, sekitar 150 kilometer dari perbatasan dengan Mongolia.
Menurut Kementerian Pertahanan, Shamsutdinov melancarkan aksi brutalnya dalam kondisi stres berat akibat masalah personal. Dia membantah gangguan psikologis yang dialami pelaku berkaitan dengan tugasnya sebagai militer.
Dari korban tewas, dua di antaranya adalah perwira, sedangkan sisanya prajurit. Sementara itu, dua prajurit yang terluka kini dalam kondisi kritis.
Kasus penembakan massal oleh anggota militer Rusia sering terjadi pada dekade 1990-an dan 2000-an. Ketika itu banyak tentara yang stress akibat kekuarangan uang. Namun, belakangan ini kasus serupa jarang terjadi, seiring dengan membaiknya kesejahteraan tentara Rusia.
Sumber : JPNN
Editor : Rinaldi
Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…
Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…
Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…
Pemkab Rohul menyiapkan anggaran Rp90,67 miliar untuk pembayaran gaji Juni, gaji ke-13 ASN, dan Siltap…
Sebanyak 40 bikers Honda dari berbagai komunitas mengikuti Safety Riding Regional Competition 2026 di Kampar…
RS Awal Bros Pekanbaru menerima penghargaan Menteri Kesehatan RI atas capaian layanan imunisasi program terbanyak…