Categories: Nasional

Ada 3 Opsi untuk Pak Jokowi soal UU KPK

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Moh Mahfud MD mengaku sudah menyampaikan sejumlah opsi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait perubahan atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah disetujui oleh pemerintah dan DPR. Opsi yang mengemuka untuk menindaklanjuti polemik tentang revisi UU KPK adalah peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu).

Menurut Mahfud, dirinya dan sejumlah tokoh lain telah mendiskusikan opsi-opsi itu dengan Presiden Jokowi pada pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (26/9) sore. "Presiden juga sudah menampung dan pada saatnya tentu yang memutuskan istana dan kami menunggu dalam waktu sesingkat singkatnya," ucap Mahfud saat konferensi pers bersama Presiden Jokowi dan tokoh lainnya.

Guru besar ilmuhukum itu menjelaskan, Presiden Jokowi sangat menghargai aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa di seluruh Indonesia. Sebab, aksi-aksi mahasiswa untuk menyuarakan pendapat merupakan hak yang dijamin konstitusi.

Di sisi lain, para tokoh ayang hadir juga mengapresiasi DPR dan pemerintah yang telah bekerja sungguh-sungguh. Namun demikian, kompromi perlu ditempuh karena masih adanya beberapa hal yang belum sesuai secara substansi, baik soal revisi UU KPK ataupun Rancangan KUHP.

Khusus untuk UU KPK, kata Mahfud, revisinya sudah disetujui pemerintah dan DPR. Karena itu, opsi yang bisa dilakukan adalah melalui tinjau ulang di DPR.

“Opsi pertama adalah legislative review, artinya nanti disahkan kemudian dibahas pada periode berikutnya. Kan biasa terjadi revisi undang-undang yang sudah disahkan," ucap Mahfud.

Opsi berikutnya adalah judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK). Adapun opsi ketiga adalah perppu untuk membatalkan UU KPK hasil revisi.

Menurut Mahfud, para tokoh mendorong Presiden Jokowi mengeluarkan perppu. Sebab, perppu merupakan kewenangan presiden.

"Lebih bagus mengeluarkan perppu, agar itu (UU KPK, red) ditunda dulu sampai ada suasana yang baik untuk membicarakan isinya, substansinya. Dan karena ini kewenangan presiden, kami semua hampir sepakat menyampaikan usul itu," kata mantan menteri pertahanan itu.(fat/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

2 jam ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

3 jam ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

3 jam ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

1 hari ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

1 hari ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

1 hari ago