Categories: Nasional

Bagi Bumil, Survei Dulu RS, Sebelum Persalinan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Hamil dalam kondisi pandemi saat ini pasti bikin deg-degan parah. Mau kontrol ke rumah sakit (RS) takut tertular virus di sana. Apalagi yang sudah menjelang jadwal persalinan.

Menurut Ketua Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Emi Nurjasmi, kecemasan itu wajar.

Dalam kondisi normal saja, masih banyak calon orang tua yang bingung. Karena itu, kontrol dan mengikuti kelas persalinan sangat penting agar lebih siap.

Bagi para perempuan yang tengah hamil, Emi mengatakan, cara pencegahan dan perlindungannya sama dengan yang biasa. Mulai rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan masker, hingga sebaiknya di rumah saja untuk menghindari kontak dengan faktor risiko.

Namun, di sisi lain, urusan gizi tak boleh dikesampingkan. ”Tidak dalam kondisi pandemi, ibu hamil itu sudah wajib memperhitungkan asupan gizinya. Apalagi saat ini,” jelasnya ketika dihubungi Jawa Pos kemarin.

Lalu, bagaimana untuk mereka yang sudah mendekati masa lahiran? Emi mengatakan, calon orang tua wajib melakukan persiapan maksimal seminggu sebelum due date. Persiapan yang dimaksud meliputi menentukan akan lahiran di mana, dengan prosedur apa, dan ditangani siapa.

”Mereka bisa survei dulu. Telepon saja, jangan ujug-ujug datang ke bidan atau ke RS,” ujarnya.

Paling tidak, imbuh dia, dengan telepon terlebih dahulu, akan mengurangi waktu tunggu dan kontak dengan banyak orang ketika di RS. Diakuinya, saat ini melahirkan di mana saja tentu ada risiko.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua bagian RS ”terpapar” Covid-19. Selain itu, ada pula RS-RS yang memang tidak menjadi rujukan untuk penanganan. Nah, dengan survei ini, paling tidak bisa membuat calon orang tua sedikit tenang.

Dalam proyeksi Bappenas, sepanjang tahun ini di Indonesia akan lahir 4,7 juta bayi. Artinya, bila dirata-rata, setiap bulan terjadi 392 ribu kelahiran. Bila prediksi pandemi berakhir pada Mei 2020 tepat, akan ada 1 sampai 1,2 juta bayi yang lahir di tengah pandemi.

Pada kondisi sekarang, jika akan bersalin di klinik bidan, harus membuat janji sebelumnya. Tujuannya, sang bidan dapat mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk APD (alat pelindung diri) yang dibutuhkan.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

9 jam ago

Libur Iduladha, Masuk Wisata Danau Raja Rengat Gratis hingga 1 Juni

Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…

9 jam ago

Satreskrim Polres Kampar Ringkus Komplotan Pencuri Sapi, Kerugian Capai Rp72 Juta

Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…

9 jam ago

Iduladha 1447 H, Pedagang Kambing Kurban di Pekanbaru Keluhkan Penurunan Pembeli

Penjualan kambing kurban di Pekanbaru masih lesu saat Iduladha. Pedagang mengaku pembeli tahun ini menurun…

18 jam ago

Razia Pajak Kendaraan di Pekanbaru, Pengendara Menunggak Langsung Ditindak

Bapenda Pekanbaru menggelar razia pajak kendaraan dan menemukan banyak kendaraan menunggak pajak hingga tiga tahun.

18 jam ago

Muhammad Haris Resmi Dipilih Jadi Direktur PT SPR

Pemprov Riau menetapkan Muhammad Haris sebagai Direktur PT SPR dan Sri Irianto sebagai komisaris melalui…

18 jam ago