Categories: Nasional

Penambangan Pasir Darat di Batam makin Marak

BATAM (RIAUPOS.CO) – Kerusakan lingkungan akibat ulah penambang pasir ilegal di beberapa titik di Batam semakin parah. Ratusan hektare lahan milik negara sudah rusak parah akibat penambangan ilegal ini.

Tambang pasir yang masih terus beroperasi seperti di Nongsa, Tembesi, dan Galang.

”Kalau di Nongsa ini memang sangat parah. Setiap 5 menit ada saja truk pengangkut pasir yang keluar dari penambangan,” Adi, warga Batubesar, Jumat (23/8/2019).

Ia mengaku tidak tahu apa-kah penambangan pasir itu ilegal atau tidak. Tetapi ia pernah melihat kerusakan yang ditimbulkan penambangan pasir tersebut sangat parah.

”Baru-baru ini saya ke Kampung Jabi. Memang sudah sangat parah. Kalau yang saya dengar setelah ditambang maka pasirnya itu juga dicuci di daerah Batubesar ini juga,” tambahnya.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kepri Ruslan Kasbulatov mengatakan, kerusakan lingkungan yang terjadi ini harus menjadi tanggung jawab BP Batam, Pemko Batam dan, Pemprov Provinsi. Pasalnya, sudah lama berlangsung tetapi tidak ada tindakan tegas dari pemerintah.

”Harusya pemerintah bisa menggandeng penegak hukum. Tetapi saya tantang pemerintah, mau tidak menertibkan ini. Saya pikir tidak akan berani,” katanya.

Menurutnya, selama beraktivitas, tidak pernah ada penambang pasir yang tertangkap dan dibawa ke penga-dilan. Pembiaran ini, kata Ruslan, yang membuat penambang liar makin menjadi-jadi. Bahkan ia menuding ada pihak yang sengaja bermain dalam tambang pasir ini.

”Sudah ratusan hektare lahan negara yang rusak. Aneh saja kok tidak kunjung ada penertiban dari pemerintah dan penegak hukum. Saya berharap dinas lingkungan hidup untuk tegas.”

Menurut Ruslan, tambang pasir yang ada selama ini tidak ada kontribusinya untuk pembangunan Batam dan Kepri pada umumnya. Hanya menguntungkan pihak tertentu tetapi meninggalkan kerusakan yang parah untuk masyarakat luas.

”Kita sering melihat truk pasir melintas di jalan raya. Begitu bebasnya tanpa ada yang menghentikan. Jadi, memang tak ada kontribusinya untuk Batam, hanya untuk pengusahanya saja,” katanya.

Pantauan Batam Pos di Kelurahan Sambau, Nongsa saat ini tak hanya malam hari penambang menyedot pasir yang terletak di kubangan tak jauh dari rumah warga, siang hari pun mereka terang-tera-ngan menyedot pasir. 

Sumber: Batampos.co.id

Editor: Edwir

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tragedi Bocah 9 Tahun Meninggal di Jalan Sontang-Duri, Himarohu Riau: Jangan Tunggu Korban Berikutnya

Meninggalnya bocah 9 tahun setelah terjebak di Jalan Sontang-Duri memicu sorotan. Himarohu Riau mendesak Pemprov…

16 jam ago

Monyet Liar Terus Teror Warga Tembilahan Hilir, 10 Orang Jadi Korban

Korban gigitan monyet liar di Tembilahan Hilir bertambah menjadi 10 orang. Tim gabungan mengintensifkan pencarian…

16 jam ago

Polres Kuansing Gencarkan Pemberantasan PETI, 48 Rakit Dimusnahkan dalam 7 Hari

Polres Kuansing bersama Polda Riau menindak 16 lokasi PETI dan memusnahkan 48 rakit dalam sepekan.…

1 hari ago

Indonesia Juara Umum Piala Dunia Woodball 2026, Raih 4 Emas di Malaysia

Tim woodball Indonesia menjadi juara umum Piala Dunia Woodball 2026 di Malaysia dengan raihan 4…

1 hari ago

RS Awal Bros Pekanbaru dan Batam Pertahankan Akreditasi JCI untuk Keempat Kalinya

RS Awal Bros Pekanbaru dan Batam berhasil mempertahankan akreditasi internasional JCI untuk keempat kalinya, bertepatan…

1 hari ago

Polres Inhu Gerebek Empat Pengedar Narkoba, Satu Tersangka Ternyata ASN

Polres Inhu menangkap empat tersangka pengedar narkoba, termasuk oknum ASN. Polisi menyita sabu 12,94 gram,…

1 hari ago