Categories: Nasional

Kementan Perkuat Diversifikasi Pangan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Pertanian (Kementan) di tengah pandemi ini terus menguatkan diversifikasi pangan. Bahkan, koordinasi pun telah dilakukan dengan pemerintah daerah hingga melibatkan akademisi bidang pertanian dalam mengembangkan komoditas pangan lokal.

Peneliti Utama Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB), Sobir mengatakan bahwa hingga saat ini, Kementan menurutnya telah bekerja maksimal dalam mendorong diversifikasi pangan agar semakin dikenal masyarakat.

"Saya pikir Kementan sudah maksimal, mengusahakan diversifikasi pangan," ucap dia melalui keterangan resmi, Kamis (25/6).

Kata dia, penyesuaian komoditi pengganti pangan pokok ini tidak bisa dipaksakan kepada masyarakat, namun yang menentukan adalah konsumennya (demand-driven). Oleh sebab itu, Kementan harus dibantu oleh instansi lain untuk mewujudkan diversifikasi pangan.

Terdapat empat faktor yang mampu menyukseskan diversifikasi pangan. Pertama, harus ada budaya atau kebiasaan mengonsumsi makanan pokok selain beras. "Disinilah, nantinya masyarakat yang memilih komoditas apa yang dikonsumsi, pengganti beras," jelasnya.

Kedua, komoditi pengganti beras harus mudah dipersiapkan. Ketiga, masalah harga, yang didukung oleh Kementan sehingga ketersediaannya memadai.

"Keempat nilai gizi, jadi kesimpulannya diversifikasi pangan ini jangan dibuat sama untuk seluruh masyarakat, tetapi lebih kepada minat konsumen," tambahnya.

Kementan pun juga mendorong pangan lokal agar bisa merajai pasarnya sendiri. Menurutnya, berkat peran aktif Kementan, Pemda akhirnya ikut mendorong mewujudkan diversifikasi pangan.

"Diversifikasi pangan sudah mulai menjadi program Pemda, tinggal nanti kembali dilihat apa pilihan masyarakat. Kemudian komoditasnya, Kementan yang menyediakan," tegasnya.

Langkah ini penting mengingat sekarang dunia sedang dilanda pandemi corona. Menurutnya, pandemi korona dapat menjadi kesempatan untuk menggenjot pangan lokal baik secara on-farm maupun off-farm. "Indonesia kaya akan pangan lokal seperti sagu, singkong, jagung, ubi dan lainnya. Produksi pangan ini yang harus kita tingkatkan," pungkasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

2 hari ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

2 hari ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

2 hari ago

Kolaborasi Lawan Stunting, PTPN IV PalmCo Intervensi Gizi Anak di Rokan Hulu

PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…

2 hari ago

Emosi Dipicu Knalpot Bising, Pria di Inhil Bacok Tetangga Sendiri

Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…

2 hari ago

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…

3 hari ago