ppdb-akomodir-kk-dibandingkan-suket
(RIAUPOS.CO) – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau akhirnya akan lebih mengakomodir kartu keluarga (KK), dibandingkan surat keterangan (Suket) domisili untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) dari sistem zonasi.
Pasalnya, pihaknya banyak mendapat laporan terkait banyaknya Suket domisili baru yang sengaja dibuat dekat dengan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Riau, Zul Ikram mengatakan, pengambilan langkah untuk lebih mengakomodir KK tersebut juga berdasarkan Permendikbud 44. Di mana, dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa diatas Suket domisili ada KK yang bisa lebih diakomodir.
“Kalau kemarin ada yang mempersoalkan Suket domisili, kalau sekarang kami sudah ambil langkah yakni lebih mengakomodir KK,” sebutnya saat kunjungan ke SMAN 1 Pekanbaru, Rabu (24/6).
Untuk pengaturan jarak zonasi tersebut, lanjut Zul, pihaknya menggunakan bantuan aplikasi google maps. Sehingga bisa diketahui mana jarak tempat tinggal siswa yang paling dekat dengan sekolah.
“Dengan aplikasi itu, In sya Allah jarak itu tidak bisa diubah-ubah lagi,” sebutnya.
Dengan masih banyaknya temuan permasalahan PPDB tersebut, apakah PPDB akan diperpanjang lagi. Zul Ikram mengaku belum bisa memastikan hal tersebut, karena saat ini pelaksaaan PPDB masih sesuai jadwal.
“Kalau sekarang PPDB masih on schedule, jika seandainya ada wacana akan diperpanjang, tentu kami akan berkoordinasi dahulu dengan tim dan juga kepala daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Pekanbaru Wan Roswita mengatakan, untuk PPDB di SMAN 1 Pekanbaru tetap merujuk pada aturan yang ada, dan juga penegasan dari atasan melihat situasi dan kondisi di lapangan. Termasuk dalam hal lebih memprioritaskan KK dibandingkan suket domisili.
“Namun ada juga yang mendaftar menggunakan suket domisi, khusus untuk itu akan kami verifikasi faktual. Dan dari verifikasi faktual yang dilakukan, ada yang benar domisilinya dekat sekolah namun ada juga yang fiktif,” sebutnya.(kom)
Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru
Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…
Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…
Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…