Categories: Nasional

Elon Musk Siap Akuisisi, Twitter Alami Tekanan dari Pemegang Saham

WASHINGTON DC (RIAUPOS.CO)  Twitter kini tengah mengalami tekanan dari pemegang saham lainnya. Itu terkait tawaran dan rencana Elon Musk untuk mengambil alih kepemilikan seluruh saham media sosial berlogo burung biru tersebut.

Tawaran akuisisi yang bernilai 43 miliar dolar AS atau setara Rp621,8 triliun itu sudah diajukan sejak awal April dan hingga saat ini Twitter masih belum menanggapinya. Mengutip Reuters, Senin (25/4/2022), berdasarkan salah seorang sumber yang tidak bisa disebutkan namanya, sebenarnya proses negosiasi untuk tawaran itu baru memasuki tahapan penjajakan.

Twitter tengah berupaya menyiapkan persyaratan yang lebih menarik sehingga penjualan perusahaan tersebut dimungkinkan untuk dilakukan bersama Elon Musk.

Tekanan datang dari para pemegang saham lainnya kepada Twitter usai CEO Tesla itu menguraikan rencana pembiayaan terperinci untuk penawarannya. Para pemegang saham menilai ini bukan kesempatan yang harus dibiarkan berlalu begitu saja.

Meski demikian ada beragam ekspektasi yang muncul dari para pemegang saham untuk penawaran Elon Musk itu. Sebut saja Pangeran Alwaleed bin Talal dari Arab Saudi yang merupakan pemegang saham jangka panjang Twitter mengharapkan penawaran per lembar saham yang lebih tinggi.

“Saya tidak percaya bahwa tawaran yang diajukan oleh Elon Musk (USD 54,20 per lembar saham) mendekati nilai intrinsik Twitter, mengingat prospek pertumbuhannya,” cuitnya di akun Twitter pada 14 April.

Namun, para pemegang saham jangka pendek justru ingin buru-buru agar Twitter menerima tawaran Elon tanpa perlu berpikir lama-lama. Beberapa dari mereka khawatir bahwa penurunan nilai saham teknologi serta kekhawatiran inflasi di tengah perlambatan ekonomi tidak bisa dihadapi oleh Twitter untuk memberikan nilai tambah pada perusahaannya.

“Saya akan mengatakan, ambil tawaran USD 54,20 per lembar saham dan selesai,” kata investor jangka pendek Twitter Sahm Adrangi yang juga manajer portofolio di Kerrisdale Capital Management.

Sejalan dengan pernyataan dalam surat yang dituliskan kepada Twitter oleh Elon Musk, sang pemilik perusahaan SpaceX untuk perjalanan luar angkasa itu menyebut tawaran untuk Twitter itu menjadi yang terbaik sekaligus terakhir. Saat ini Twitter masih menjalani skema bisnis “poison pill” atau pil beracun untuk tetap menjaga stabilitas harga sahamnya.

Twitter pun masih mencari tahu latar belakang Elon Musk khususnya terkait dengan penyelidikan yang dilakukan regulator yaitu Komisi Sekuritas dan Pertukaran Amerika Serikat (SEC) agar jika terjadi kesepakatan, maka tidak ada risiko yang tinggi seusai melepas Twitter.

Dikabarkan bahwa Elon Musk tengah berhadapan dengan dugaan menyesatkan investor-investor Tesla pada empat tahun lalu agar ia bisa memiliki Tesla untuk kepemilikan pribadi. Hal itu yang menjadikannya berurusan dengan SEC setelah akhirnya ia mengungkap keinginannya membeli saham Twitter sepenuhnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

8 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

8 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

8 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

8 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

9 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

20 jam ago