Categories: Nasional

Kunjungi India, Trump Lebih Peduli Kampanye

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya tahun ini. Negara yang dipilih adalah India yang dipimpin sahabatnya, Perdana Menteri Narendra Modi. Banyak yang berspekulasi bahwa Trump datang bukan hanya karena loyalitas terhadap India. Melainkan untuk memperkuat dukungan menjelang pemilihan presiden 2020.

Euforia pada hari pertama kunjungan Trump bersama Melania memang terlihat jelas. Saat tiba di Kota Ahmedabad, dia langsung disambut pelukan Modi. Ibu kota Negara Bagian Gujarat itu dipilih sebagai lokasi pertama untuk menyambut Trump karena beberapa alasan. Pertama, itu adalah kampung halaman Modi. Kedua, Ahmedabad juga menyimpan saksi bisu sejarah perjuangan Mahatma Gandhi.

Trump yang memakai setelan jas dan Melania yang memakai kemeja putih dengan aksen selendang India di pinggang masuk ke Sabarmati Ashram, salah satu tempat tinggal Gandhi. Di sana, dia memutar mesin pemintal benang peninggalan pejuang kemerdekaan India. Kemudian, politikus Republik tersebut juga diberi hadiah kejutan berupa patung tiga kera bijak. Patung itu mengandung filosofi untuk tidak mendengar, melihat, atau berbicara kejahatan.

"Kepada teman baik saya, Narendra Modi, terima kasih atas pengalaman luar biasa ini," tulis Trump dalam buku tamu menurut The Times of India.

Dari sana, dia langsung diantar ke Sardar Patel Stadium. Di sinilah atraksi puncak bagi Trump. Modi sudah mengatur untuk menggelar kampanye berjudul Namaste Trump. Acara itu merupakan balas budi Modi karena Trump sudah menggelar kampanye serupa bertajuk Howdy Modi di depan 50 ribu diaspora India di Houston, Texas, tahun lalu.

Dalam kunjungan hari pertama, Trump memang hanya diajak bersafari oleh Modi. Setelah kampanye, mereka akan berkunjung ke Taj Mahal di ibu kota India, New Delhi. Seluruh jajaran pemerintah berusaha menghapus citra jelek India di mata Trump.

Di Gujarat, mereka membangun dinding untuk menutupi pemandangan kampung kumuh. Di Delhi, mereka membersihkan sungai di samping Taj Mahal untuk menghilangkan bau tak sedap. Aparat juga membubarkan demo-demo anti-Trump serta demo anti kebijakan kewarganegaraan.

Pembicaraan serius dilakukan Selasa (25/2). Namun, banyak yang meragukan bakal ada kesepakatan signifikan. Misalnya, kesepakatan dagang yang sudah ditunggu bisnis dari dua sisi. Trump hanya menyebut kontrak penjualan alutsista senilai USD 3 miliar (Rp 4,1 triliun) kepada India. Soal kesepakatan dagang, Trump mengelak.

"Semua orang suka Modi. Tapi, dia sebenarnya sangat alot (soal negosiasi, Red)," ucap Trump saat berbicara di stadion.

Persamaan Trump dan Modi

Slogan Prodalam Negeri
Trump menggunakan slogan Make America Great Again. Modi terus mempromosikan slogan Make in India selama lima tahun terakhir.

Orang Baru
Dua politisi tersebut menjadi kepala negara setelah memosisikan diri sebagai orang baru. Modi memperkenalkan sebagai mantan penjual teh. Trump mengaku sebagai orang luar yang bakal memperbaiki AS.

Anti-Imigran
Keduanya berkali-kali menjanjikan kebijakan anti-imigran seperti pengetatan perbatasan atau pengusiran penduduk ilegal.
Sumber: CNN

Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

1 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

1 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

1 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

1 hari ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

1 hari ago

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Dikebut, Ditargetkan Dibuka Akhir 2026

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Pekanbaru sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung serta dibuka pada…

1 hari ago