Categories: Nasional

Jamaah Keluar Ongkos Karantina hingga Rp9,2 Juta

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Asosiasi travel umrah terus meminta pemerintah membebaskan jamaah umrah dari kewajiban karantina sepulang dari Saudi. Sebab jamaah harus keluar ongkos tambahan yang lumayan besar. Biaya karantina selama lima hari bisa sampai Rp9,2 juta/orang atau sekitar separuh dari ongkos umrahnya.

Kepala Bidang (Kabid) Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Zaky Zakaria Anshary ketentuan wajib karantina lima hari itu keluar pada 14 Januari lalu. Aturan tersebut diterapkan kepada para pelaku perjalanan dari luar negeri, termasuk jamaah umrah.

Zaky menceritakan pada 18 dan 19 Januari lalu ada dua grup jamaah umrah tiba di Indonesia. Mereka kemudian diwajibkan menjalani ketentuan protokol itu. Ketentuannya adalah wajib dua kali swab PCR dan karantina selama lima hari.  "Grup (maskapai, red) Lion dikarantina di Hotel Ibis Surabaya. Grup Saudia Airlines dikarantina di Hotel Ibis Slipi Jakarta," kata Zaki kemarin (24/1).

Dia menjelaskan jamaah harus menanggung biaya karantina itu. Sebab biaya karantina bagi para jamaah umrah tidak masuk dalam kategori yang digratiskan. Zaky mengungkapkan ongkos karantina selama lima hari itu bervariasi.

"Info harganya termurah Rp3,5 juta sampai Rp9,2 juta," ungkapnya.

Zaky mengatakan beragam upaya sudah mereka lakukan supaya jamaah umrah dikecualikan dalam aturan wajib swab PCR 2 kali dan karantina lima hari itu. Di antaranya adalah mereka mengadu kepada Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Selain itu AMPHURI juga menyurati Satgas Covid-19 dengan ditembuskan kepada Kementerian Agama (Kemenag). Zaky mengatakan jamaah umrah berbeda dengan pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Indonesia lainnya. sebab jamaah umrah selama berada di Saudi menjalani protokol yang sangat ketat. Kemudian sebelum pulang ke Tanah Air, mereka juga wajib swab PCR negatif.

Dalam kesempatan itu Zaky mengatakan pelaksanaan umrah saat ini sudah mulai berangsur normal. Di antaranya adalah batasan usia yang sebelumnya maksimal 50 tahun, kini menjadi 60 tahun. Dia mengatakan banyak jamaah umrah Indonesia yang batal berangkat karena usianya lebih dari 50 tahun.

"Alhamdulillah sekarang sudah bisa," tuturnya.

Selain itu pelaksanaan umrah di Masjidilharam juga boleh lebih dari satu kali. Informasi yang dia terima, jamaah bisa menjalankan umrah sebanyak dua kali.(wan/jpg)

 

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

883 Jemaah Haji Riau Tiba di Madinah, Tujuh Orang Tunda Berangkat

Sebanyak 883 jemaah haji Riau tiba di Madinah. Tujuh jemaah tertunda berangkat karena kondisi kesehatan…

10 jam ago

PLN Perkuat Transparansi, Konsultasi Publik Digelar di Tanjung Medan

PLN UIP Sumbagteng gelar konsultasi publik di Rohil. Warga dilibatkan untuk memastikan proyek listrik berjalan…

12 jam ago

Polisi Bongkar Penyalahgunaan Solar Subsidi di Kuansing, Satu Pelaku Ditangkap

Polres Kuansing ungkap penyalahgunaan solar subsidi di SPBU. Satu pelaku diamankan, satu DPO kabur, BBM…

13 jam ago

Plastik Mahal, Minyak Goreng Ikut Naik: Ini Penjelasannya

Harga minyak goreng naik akibat lonjakan harga energi dan plastik. Sementara itu, Minyakita justru turun…

13 jam ago

Petinju Kuansing Bersinar di Danlanud Cup, Raih Emas dan Perak

Dua petinju Kuansing raih emas dan perak di Danlanud Cup Bangka Belitung. Prestasi ini jadi…

13 jam ago

Semarak Hardiknas di Rohul, Dari FTBI hingga Drumband Ramaikan Kegiatan

Hardiknas di Rohul diramaikan berbagai lomba edukatif. Kegiatan ini bertujuan mendorong kreativitas dan memperkuat karakter…

16 jam ago