Categories: Ekonomi Bisnis

Plastik Mahal, Minyak Goreng Ikut Naik: Ini Penjelasannya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri tidak hanya dipengaruhi lonjakan harga minyak dunia, tetapi juga dipicu oleh meningkatnya harga plastik sebagai bahan kemasan.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, menjelaskan bahwa konflik di Timur Tengah, khususnya yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz, telah mengganggu pasokan energi global.

Kondisi tersebut menyebabkan harga energi fosil mengalami kenaikan signifikan, dari sekitar 60 dolar AS per barel sebelum konflik menjadi lebih dari 110 dolar AS per barel.

Dampaknya, produk turunan energi fosil, termasuk plastik, ikut mengalami kenaikan harga yang berimbas pada biaya produksi minyak goreng kemasan.

Menurut Tungkot, situasi ini turut memberikan dampak langsung kepada masyarakat, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi.

Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga jenis minyak goreng sawit yang beredar di pasar domestik, yakni minyak goreng kemasan premium, Minyakita yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dan UMKM, serta minyak goreng curah untuk kebutuhan industri pangan.

Dari ketiga jenis tersebut, pemerintah hanya dapat mengendalikan harga dan distribusi Minyakita melalui kebijakan seperti domestic market obligation (DMO), pengaturan distribusi, serta penetapan harga eceran tertinggi (HET).

Sementara itu, harga minyak goreng premium dan curah lebih dipengaruhi mekanisme pasar.

Data menunjukkan bahwa dalam periode Januari hingga minggu ketiga April 2026, harga minyak goreng premium meningkat dari Rp21.166 per liter menjadi Rp21.793 per liter.

Harga minyak goreng curah juga mengalami kenaikan, dari Rp17.790 per liter menjadi Rp19.486 per liter.

Namun, berbeda dengan dua kategori tersebut, harga Minyakita justru mengalami penurunan pada periode yang sama, dari Rp16.865 menjadi Rp15.949 per liter, mendekati HET yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.

Penurunan harga Minyakita dinilai sebagai hasil dari kebijakan DMO yang diterapkan pemerintah, yang dinilai efektif dalam menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengendalikan harga di pasaran.

Redaksi

Recent Posts

883 Jemaah Haji Riau Tiba di Madinah, Tujuh Orang Tunda Berangkat

Sebanyak 883 jemaah haji Riau tiba di Madinah. Tujuh jemaah tertunda berangkat karena kondisi kesehatan…

2 jam ago

PLN Perkuat Transparansi, Konsultasi Publik Digelar di Tanjung Medan

PLN UIP Sumbagteng gelar konsultasi publik di Rohil. Warga dilibatkan untuk memastikan proyek listrik berjalan…

5 jam ago

Polisi Bongkar Penyalahgunaan Solar Subsidi di Kuansing, Satu Pelaku Ditangkap

Polres Kuansing ungkap penyalahgunaan solar subsidi di SPBU. Satu pelaku diamankan, satu DPO kabur, BBM…

5 jam ago

Petinju Kuansing Bersinar di Danlanud Cup, Raih Emas dan Perak

Dua petinju Kuansing raih emas dan perak di Danlanud Cup Bangka Belitung. Prestasi ini jadi…

5 jam ago

Semarak Hardiknas di Rohul, Dari FTBI hingga Drumband Ramaikan Kegiatan

Hardiknas di Rohul diramaikan berbagai lomba edukatif. Kegiatan ini bertujuan mendorong kreativitas dan memperkuat karakter…

8 jam ago

Halalbihalal IKBB Pekanbaru Tuai Apresiasi, Solidaritas Warga Baserah Terlihat

Halalbihalal IKBB Pekanbaru berlangsung sukses. Pembina apresiasi kekompakan panitia dan warga Baserah yang hadir memadati…

9 jam ago