Categories: Nasional

Mahfud Minta Malaysia Ikut Bertanggung Jawab

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai kasus penculikan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh kelompok Abu Sayyaf harus segera diselesaikan. Dia menilai antara Indonesia dan Malaysia harus sama-sama berkomitmen mengusir para perompak ini yang biasa beraksi di perairan Sabah, Malaysia.

"Kita diganggu terus ini oleh Abu Sayyaf. Kita (Indonesia-Malaysia) harus punya sikap yang sama tentang Abu Sayyaf," kata Mahfud di gedung PBNU, Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (25/1).

Menindaklanjuti peristiwa penculikan ini, Mahfud berencana akan terbang ke Negeri Jiran dalam waktu dekat menemui pemerintah Malaysia membahas tentang Abu Sayyaf.

"Ini baru kita bebaskan 3 orang, 5 orang diculik lagi dan sudah 44 orang Indonesia diculik, dibebaskan diculik lagi, dibebaskan diculik lagi,"ucap Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu merasa geram terhadap aksi penculikan kepada WNI oleh kelompok Abu Sayyaf. Keprihatinan dia muncul ketika sandera yang berasal dari Malaysia begitu saja dibebaskan oleh para perompak, hanya WNI yang ditahan.

"Saya akan bicara dengan pihak Malaysia agar sama-sama bertanggungjawab atas peristiwa yang terjadi. Sudah 44 orang kita diculik," tegas Mahfud.

Meskipun selama ini pemerintah Indonesia selalu berhasil membebaskan sandera yang ditawan oleh Abu Sayyaf, tapi hal itu tentu tetap merugikan Indonesia. Karena ada biaya operasional pasukan dan waktu yang terbuang untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Oleh karena itu dia ingin memperkuat kerjasama Mafindo (Malaysia-Filipina-Indonesia) yang sudah ada sejak masa Presiden Soekarno. Dengan itu, diharapkan tidak ada lagi penculikan WNI oleh kelompok Abu Sayyaf.

Diketahui, 5 WNI yang diculik oleh Kelompok Abu Sayyaf terjadi di perairan Tambisan, Tungku, Lahad Datu, Sabah, Malaysia‎. Informasi penculikan berawal dari laporan hilangnya kapal ikan dengan nomor registrasi SSK 00543/F. Di dalam kapal tersebut terdapat delapan WNI.

Kapal itu semula terlihat memasuki perairan Tambisan, Lahad Datu, Sabah, Malaysia, dari arah Filipina pada Jumat (17/1) pukul 21.10 waktu setempat. Namun, informasi terakhir, ada tiga awak kapal WNI yang akhirnya dilepaskan penculik.

Penculikan 5 WNI ini terjadi tidak lama seusai pemerintah Indonesia dibantu pemerintah Filipina berhasil membebaskan 3 orang WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Seleksi Komisaris PT BLJ Resmi Dibuka, Ini Pesan Pemkab Bengkalis kepada Peserta

Pemkab Bengkalis membuka seleksi Komisaris PT BLJ. Empat peserta mengikuti serangkaian uji kelayakan dan kepatutan…

1 hari ago

BPBD Catat 20 Bangunan Terdampak Abrasi di Kuala Enok dalam Tiga Hari

Abrasi yang melanda Kuala Enok selama tiga hari merusak 20 bangunan dan fasilitas umum. Kerugian…

1 hari ago

Jadi Saksi di Sidang Korupsi Abdul Wahid, UAS Ungkap Fakta di Balik Pilgub Riau

Kesaksian UAS di sidang Abdul Wahid mengungkap perjalanan politik, dukungan Pilgub Riau, hingga konflik kepemimpinan…

1 hari ago

Pameran Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning Resmi Dibuka, Angkat Warisan Budaya ke Ruang Kreatif

Pameran Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning di Galeri Hang Nadim hadirkan karya seni yang…

2 hari ago

PLN UIP Sumbagteng Gelar Fun Walk di Bukittinggi, Perkuat Kebersamaan dan Budaya Hidup Sehat

PLN UIP Sumbagteng menggelar Fun Walk dalam Wellbeing Day di Bukittinggi untuk memperkuat kesehatan, sinergi,…

2 hari ago

Senat Unri Sahkan Delapan Bakal Calon Rektor, Tahapan Penentuan Tiga Kandidat Segera Digelar

Senat Universitas Riau menetapkan delapan bakal calon rektor periode 2026-2030. Tahap penyaringan dan penetapan tiga…

2 hari ago