Categories: Nasional

Rencanakan Sekolah Tatap Muka Januari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sekolah pertemuan terbatas di Riau mulai mendapatkan titik terang. Ini setelah Dinas Pendidikan (Disdik) Riau berencana melakukan sekolah tatap muka untuk SMA/SMK dan SLB se-Riau pada semester genap tahun ajaran 2020/2021, atau pada awal Januari 2021.

"Sekolah tatap muka berdasarkan hasil koordinasi dengan berbagai pihak, in sya Allah direncanakan di semester genap. Diperkirakan minggu pertama atau kedua Januari 2021," ujar Kepala Disdik Riau Zul Ikram, Senin (23/11).

Lebih lanjut dikatakannya, sebelum pelaksanaan sekolah tatap muka tersebut, semua dokumen terkait hal itu secara teknis maupun nonteknis sudah disiapkan Disdik Riau. Menurutnya, ada beberapa model pembelajaran yang sedang dirancang, nanti tergantung masing-masing kepala daerah memilihnya seperti apa. 

"Namun semua model pembelajaran yang disiapkan, semua mengacu Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri untuk diturunkan sampai di satuan pendidikan atau sekolah," jelasnya.

Sementara itu sekolah tatap muka di Kota Pekanbaru batal dilanjutkan pekan ini. Kelanjutan masih menunggu hasil pemetaan kerawanan penyebaran Covid-19 di kecamatan. Pemetaan paling tidak memakan waktu dua pekan. 

Sempat berjalan awal pekan lalu, uji coba sekolah tatap muka tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Pekanbaru dihentikan hingga akhir pekan kemarin. Dari 45 SMP negeri yang ada, uji coba diterapkan di 22 SMP.

Penghentian uji coba dilakukan menunggu pemetaan kerawanan di kecamatan. Pemetaan wilayah dalam menentukan tingkat kerawanan penyebaran Covid-19 di masing-masing kecamatan masih berlangsung hingga kini. Pemetaan terakhir dilakukan antara 1 hingga 15 November lalu. Dari data Diskes Kota Pekanbaru berdasarkan penghitungan itu, ada empat kategori kerawanan. Yakni merah sebagai kerawanan tinggi, oranye risiko kerawanan sedang, dan kuning risiko kerawanan rendah.

Di Pekanbaru, kecamatan yang masuk zona merah adalah Sail, lalu zona oranye Tampan, Payung Sekaki, Pekanbaru Kota, Rumbai Pesisir, Tenayan Raya, Marpoyan Damai, dan Bukitraya. Sementara yang masuk zona kuning adalah Senapelan, Limapuuh, Rumbai dan Sukajadi. Tidak ada kecamatan di Pekanbaru yang berada di zona hijau.

Sekretaris Dinas Kesehatan  Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldy saat dikonfimasi mengatakan, pihaknya belum selesai melakukan pemetaan.

"Harus dua-dua minggu dihitung. Dari tanggal 15 mungkin akhir bulan nanti. Atau seminggulah paling minimal untuk pemetaan," ungkapnya. 

Nantinya, sekolah yang bisa melaksanakan pertemuan terbatas ini diputuskan oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

"Kami hanya menyampaikan lokasi kecamatan yang tingkat kerawanan rendah atau aman berdasarkan pemetaan," imbuhnya. 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

21 jam ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

2 hari ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

2 hari ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

2 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

2 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

2 hari ago