Categories: Nasional

PKS, PAN, dan Demokrat Siap Berperan Jadi Partai Oposisi

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Struktur kabinet pemerintahan Jokowi-Ma’ruf sudah terbentuk. Komposisi menteri tersebut menyisakan tiga partai di luar pemerintahan. Yaitu, PAN, PKS, dan Demokrat. Ketiganya pun siap memainkan peran sebagai partai oposisi.

Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid mengungkapkan, sejak awal pihaknya merasa akan berada di luar pemerintahan. Bagi PKS, hal itu bukan persoalan. PKS, kata Hidayat, siap menjalankan peran dalam proses check and balances. ’’Awalnya banyak yang menduga hanya PKS yang di luar kabinet. Sekarang terbukti kami tidak sendiri. Ada PAN dan Demokrat,’’ kata Hidayat Nur Wahid di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin (23/10).

Menurut dia, di alam dunia demokrasi, sangat lumrah menyisakan pembagian kekuasaan. Ada yang berada di dalam kabinet untuk menjalankan pemerintahan dan sebagian lagi di luar sebagai penyeimbang. Posisi sebagai penyeimbang, jelas dia, tidak kalah penting ketimbang partai yang menjalankan kebijakan. ’’Ini agar demokrasi kita sehat. Harus ada kontrol,’’ paparnya.

Hidayat menyampaikan, fungsi kontrol parlemen ke pemerintah tidak boleh kendur. Dari mana pun partainya. Sebab, berdasar konstitusi, kewajiban DPR adalah melakukan check and balances. Artinya, seluruh anggota DPR harus bersuara atas berbagai kebijakan pemerintah. ’’Apa pun partainya,’’ kata dia.

Anggota Fraksi PAN Yandri Susanto mengatakan, PAN ingin menegakkan etika berpolitik. Dalam logika demokrasi, jelas dia, selalu diperlukan kekuatan penyeimbang. Tujuannya, proses check and balances bisa berjalan normal dan sehat.

Dia berjanji menghadirkan oposisi yang sehat. Meski demikian, pihaknya tidak akan menutup ruang komunikasi dan silaturahmi antarpartai. Termasuk dengan partai-partai penyokong pemerintah.

Ketua Fraksi Demokrat di DPR Eddy Baskoro Yudhoyono mengucapkan selamat atas komposisi menteri pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Ibas menyatakan, meski berada di luar kabinet, partainya tetap mendukung pemerintahan Jokowi. Namun, mereka siap mengkritisi jika ada program dan kebijakan pemerintah yang belum sesuai dengan aspirasi rakyat. ’’Kami berlaku kritis ketika program atau kebijakan itu mungkin dirasakan belum sesuai dengan masyarakat,’’ katanya.

Editor :Deslina
Sumber: Jawapos.com

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Bau Menyengat Sampah dan Bangkai, Jalan Pelajar Bagan Batu Dikeluhkan Warga

Jalan Pelajar Bagan Batu dipenuhi sampah dan bangkai hingga menimbulkan bau menyengat. Warga mendesak pemerintah…

11 jam ago

Aryaduta Pekanbaru Hadirkan Pengalaman Iftar Khas Arab dengan 101 Menu

Aryaduta Hotel Pekanbaru menghadirkan paket Iftar Arabic Delight dengan 101 menu Nusantara dan Arab, lengkap…

11 jam ago

Dukung Green City, Pemko Pekanbaru Genjot Pembersihan 900 Km Drainase

Pemko Pekanbaru menargetkan pembersihan 900 km drainase dan saluran air tahun ini untuk mendukung program…

11 jam ago

Bupati Rohul Tebar 3.000 Bibit Ikan di Lubuk Larangan Kabun, Dukung Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Bupati Rohul menebar 3.000 bibit ikan di Lubuk Larangan Desa Kabun untuk mendukung ketahanan pangan,…

12 jam ago

Pengelolaan Aset Dinilai Produktif, UIN Suska Riau Sabet Penghargaan KPKNL

UIN Suska Riau meraih penghargaan Terbaik III Produktivitas BMN 2025 dari KPKNL Pekanbaru atas komitmen…

13 jam ago

Kasus Penembakan Gajah di Pelalawan Jadi Atensi Khusus Kapolda Riau

Polda Riau memburu pelaku penembakan gajah Sumatera di Ukui. Polisi menemukan proyektil peluru dan memeriksa…

15 jam ago