Categories: Nasional

Pengamat Nilai Kebijakan Penutupan Penerbangan Terlalu Ekstrim

JAKARTA(RIAUPO– Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) telah melarang penerbangan komersial di domestik dan internasional. Hal ini menindaklanjuti pencegahan penyebaran Covid-19 dalam masa angkutan mudik lebaran 2020.

Pengamat Penerbangan Arista Atmajati mengatakan bahwa pelarangan komersial ini dirasa terlalu ekstrim. Pasalnya, masih ada beberapa daerah yang akses transportasinya mengandalkan via udara.

“Penerbangan di pulau lain kan itu banyak, itu kalau menurut Permenhub itu kan nggak bisa terbang juga,” katanya, Jumat (24/4).

Salah satu kawasan yang mengandalkan jalur udara adalah Papua, Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketiga daerah ini pun disebut akan sangat terpukul akibat pelarangan penerbangan komersial.

“Papua aja, antar papua itu banyak, masa penerbangan internal Papua, Maluku, NTT nggak boleh, mereka kan harus hidup, mereka kan transportasinya hanya pesawat udara,” tambahnya.

Bagi dia, kebijakan ini tidak melihat secara keseluruhan. Padahal, daerah-daerah tersebut tidak melayani penumpang antar pulau, melainkan hanya di wilayahnya saja.

“Ekstrim itu kan, kasian mereka maskapai-maskapai itu, nggak menginjak pulau Jawa sama sekali, di NTT, di Maluku, di Papua, Susi Air itu mereka sebetulnya tidak tau menau, kecil lah kemungkinan membawa carrier (virus), sangat kecil,” terangnya.

Menurut Arista, penerbangan yang seharusnya ditutup adalah yang berada di kawasan zona merah, seperti kawasan Jabodetabek.

“Kebanyakan dari penerbangan di pulau Jawa yang merah itu kan daerah pulau Jawa, menurut saya sih nggak usah semua, ini aja yang dari pulau Jawa penerbangannya itu ditutup, sambil dievaluasi per minggu,” tutup dia.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: Deslina

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Tak Berizin dan Membahayakan, Kabel FO Semrawut di Pekanbaru Segera Ditertibkan

Pemko Pekanbaru segera menertibkan kabel fiber optik semrawut, terutama yang tak berizin dan menjuntai karena…

2 menit ago

Anak Kuansing Jago Bahasa Asing Bakal Punya Peran Khusus di Pacu Jalur 2026

Pacu Jalur Kuansing 2026 ditargetkan mendunia dengan melibatkan anak daerah penguasaan bahasa asing dan promosi…

22 jam ago

Kecelakaan di Kelok 17 Limapuluh Kota, Empat Warga Pekanbaru Jadi Korban

Kecelakaan truk dan SUV di Kelok 17 menewaskan satu warga Pekanbaru. Tiga korban selamat setelah…

23 jam ago

5.000 Mangrove Ditanam di Desa Penyengat Pesisir Siak, Warga Bergerak Sebelum Abrasi Makin Parah

Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…

2 hari ago

Pamit Keluar Rumah, Gadis 19 Tahun di Pekanbaru Tak Bisa Dihubungi

Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…

2 hari ago

Gempa M7,7 Hantam NTT, 20 Orang Meninggal dan 2 Masih Tertimbun

Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…

2 hari ago