Categories: Nasional

Terkait Korupsi, 22 Mantan Anggota DPRD Natuna Diperiksa Kejati Kepri

TANJUNGPINANG (RIAUPOS.CO) – Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri) telah memeriksa 22 orang mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna sebagai saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi pemberian tunjangan perumahan bagi pimpinan dan anggota DPRD tahun 2011-2015.

"Betul, Selasa 23 Maret 2021, tim kami memeriksa 22 mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kepri Jendra Firdaus, di Tanjungpinang, Rabu (24/3/2021).

Jendra menyebut, pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat alat bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp7,7 miliar tersebut.

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi yang diperiksa dengan penyidik yang memeriksa, serta wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.

Secara terpisah, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mendukung Kejati Kepri mengusut tuntas dugaan kasus korupsi tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Natuna.

Boyamin pun menyoroti sudah lebih dari dua tahun penanganan dugaan tindak pidana korupsi tersebut tak kunjung selesai, padahal dalam proses penyidikannya Kejati Kepri telah menetapkan lima orang tersangka.

Tersangka itu, dua di antaranya adalah mantan Bupati Kabupaten Natuna  Raja Amirullah dan Ilyas Sabli. Keduanya saat ini sama-sama menjabat anggota DPRD Provinsi Kepri periode 2019-2024.

Sedang tiga lainnya ialah Ketua DPRD Kabupaten Natuna periode 2009-2014 Hadi Chandra, Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna periode 2011-2016 Syamsurizon yang pernah menjabat sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dan Sekretaris Dewan Kabupaten Natuna periode 2009-2012 Makmur.

Lebih lanjut, Boyamin menyampaikan bahwa MAKI sangat berkepentingan membantu negara memberantas korupsi dalam bentuk menggugat praperadilan terhadap perkara mangkrak, salah satunya di Kejati Kepri.

"Selain menggugat Kejati Kepri, kami juga menggugat KPK, dan BPK karena dianggap berperan atas mangkraknya perkara korupsi tunjangan perumahan DPRD Kabupaten Natuna," demikian Boyamin.

Berikut 22 mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna yang diperiksa:

–DI, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2014.

–DW, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2013-2014.

–S, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2014-2019.

–WS, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2014-2019.

–M, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2014-2019.

–Y, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2014-2019.

–H, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2011-2015.

–R, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2014-2019.

–H, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2014-2019.

–MF, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2011-2014.

–S, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2009-2014 dan 2014-2019.

–R, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2009-2014 dan 2015-2019.

–Z, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2009-2014.

–MY, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2009-2014.

–RM, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2009-2014 dan 2014-2019.

–NYS, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2009-2014.

–H, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2009-2014.

–DG, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2009-2014 dan 2014-2019.

–AH, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2009-2014 dan 2014-2019.

–A, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2009-2014.

–W, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2009-2014 dan 2014-2019.

–MB, selaku mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna tahun 2009-2014 dan 2014-2019.

Sumber: Batam Pos/Antara/RPG
Editor: Hary B Koriun
 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

6 jam ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

6 jam ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

6 jam ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

1 hari ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

1 hari ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

1 hari ago