Categories: Nasional

Kamis, Gubernur dan Wagub Sumbar Dilantik Presiden

PADANG (RIAUPOS.CO) Jika tak ada aral melintang, Kamis (25/2//2021) Presiden Joko Widodo akan melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar terpilih, Mahyeldi Ansharullah dan Audy Joinaldy di Istana Negara.

“Benar, sudah ada informasinya dari Kementerian Dalam Negeri dan Sekretaris Negara,” ungkap Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumbar, Jasman Rizal, Rabu (24/2/2021).

Jasman menjelaskan, selain gubernur dan wakil gubernur terpilih, ketua DPRD Sumbar juga ikut diundang. Mahyeldi dan Audy katanya, sudah berangkat ke Jakarta untuk pelantikan besok.

“Sekarang penjabat Gubernur Sumbar juga sudah berangkat ke Jakarta untuk persiapan pelantikan gubernur dan wakil Gubernur Sumbar terpilih,” papar Jasman.

Sebelumnya, DPRD Provinsi Sumatera Barat telah menggelar rapat paripurna pengumuman dan penetapan usul pengesahan pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar.

Ketua DPRD Sumbar Supardi mengatakan, Dalam surat Menteri Dalam Negeri Nomor 120/3262/SJ, 17 Juni 2015 dinyatakan pimpinan DPRD provinsi mengusulkan pemberhentian dan atau pengangkatan gubernur dan wakil gubernur kepada presiden melalui Menteri Dalam Negeri dengan melampirkan berita acara dan risalah rapat paripurna serta keputusan DPRD tentang usul pengesahan pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Keputusan DPRD diberi Nomor: 5/SB/2021 tentang usul pengesahan pengangkatan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat 2020,” ujar Supardi.

Menurut politisi Gerindra Sumbar ini, sesuai periodesasi dan tahapan perencanaan pengembangan jangka panjang daerah, masa jabatan gubernur dan wakil gubernur terpilih pilkada 2020 merupakan periodesasi strategis dan krusial.

“Kami mengingatkan gubernur dan wakil gubernur terpilih dalam penyusunan RPJMD Sumbar 2021-2025 menjadi tugas saudara,” ujar Supardi.

Dikatakan Supardi, Sumbar memiliki potensi pertanian, pariwisata, kelautan, dan perikanan, kehutanan, pertambangan dan energi, akan tetapi belum memberikan kontribusi optimal.

“Kita minta gubernur dan wakil gubernur Sumbar terpilih memaksimalkan potensi tersebut untuk kemakmuran rakyat Sumbar,” ujar Supardi.

Ditambahkan Supardi, Sumbar memiliki keterbatasan fiskal dari Rp 7 triliun total anggaran APBD Sumbar, lebih 50 persen digunakan belanja pegawai dan belanja bagi hasil kabupaten dan kota.

“Apabila kita hanya mengandalkan APBD untuk pembangunan, maka Sumbar semakin tertinggal,” ujar Supardi.

Dijelaskan Supardi, total aset Pemprov Sumbar Rp 10,2 triliun, banyak aset dikelola dengan baik bahkan dikuasai pihak ketiga.

“Kontribusi diberikan kepada Pemda hanya Rp 1,2 miliar, apabila dikelola dengan baik dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,” ujar Supardi. 

Sumber: Padek.co

Editor: Eka G Putra

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Wako dan Wawako Pekanbaru Hadiri Safari Ramadan di Kulim, Salurkan Bantuan

Wako Pekanbaru Agung Nugroho serahkan bantuan Rp100 juta untuk Masjid Jami’ul Barokah saat Safari Ramadan…

18 jam ago

Hari Ketiga Ramadan, Harga Cabai Merah di Rengat Turun Jadi Rp45 Ribu

Harga cabai merah keriting asal Sumbar di Pasar Rakyat Rengat turun Rp5 ribu menjadi Rp45…

18 jam ago

Puasa bagi Pekerja Kebersihan: Antara Kewajiban dan Keringanan Syariat

Pekerjaan saya menuntut tenaga fisik yang tidak ringan, terlebih ketika harus bekerja di bawah terik…

19 jam ago

Balap Liar di Bangkinang Dibubarkan, Bupati Kampar Pimpin Operasi Dini Hari

Bupati Kampar pimpin langsung penertiban balap liar jelang subuh di Bangkinang demi keselamatan pengguna jalan.

19 jam ago

Harga Sembako di Bengkalis Melonjak, Daging Sapi Tembus Rp170 Ribu per Kg

Hari ketiga Ramadan, harga ikan, daging sapi hingga cabai di Bengkalis melonjak tajam, Pasar Terubuk…

21 jam ago

War Takjil di WR Supratman Pekanbaru, Jalanan Padat Jelang Magrib

Bazar takjil di Jalan WR Supratman Pekanbaru dipadati warga jelang Magrib, arus lalu lintas melambat.

21 jam ago