Categories: Nasional

Kabid Sapras Disdikpora Kuansing Dijebloskan ke Rutan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kabid Sarana dan Prasarana Disdikpora Kuansing Satrian ditetap sebagai tersangka oleh Korps Adhyaksa. Ia bertanggung jawab dalam perkara dugaan korupsi pengadaan modul eksperimen pembelajaran IPA Sain SD berbasis digital interaktif di instansi tersebut.

Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu menyandang status tersangka bersama Endi Erlian selaku Direktur CV Aqsa Jaya Mandiri dan Aries Susanto sebagai rekanan yang mengerjakan proyek senilai Rp4,49 miliar. Perbuatan mereka telah merugikan keuangan negara sebesar Rp1,35 milar.

Kajari Kuansing Hadiman menyampaikan, penetapan tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan, beberapa hari yang lalu. Setidaknya, ada tiga ditetapkan sebagai pihak yang bertanggung jawab. 

"Kami menetapkan tiga tersangka yaitu S selaku Kabid Sarana dan Prasarana merangkap PPK. Lalu, EE selaku Direktur CV Aqsa Jaya Mandiri dan AS selaku pihak yang melaksanakan pekerjaan," ungkap Hadiman, Jumat (23/10/2020). 

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan dengan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. 

Ancaman pidana yakni penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun, dan denda paling sedikit Rp50 juta dan Rp1 miliar.

"Perbuatan mereka telah merugikan keuangan negara sebesar Rp1,35 miliar," sebut Hadiman. 

Terhadap tiga tersangka, sambung Hadiman, pihaknya dilakukan penahanan dan dititipkan di Rutan Kuansing. Pertimbangan penahanan itu, dilakukan karena tersangka dikhawatir melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi tindak pidana.

"Ketiga tersangka ditahan selama 20 hari ke depan dalam tahap penyidikan," pungkas Kajari Kuansing.

Dari informasi yang dirangkum, pola dugaan korupsi itu seperti mark up, yakni adanya perbedaan harga barang atau jasa dengan biaya yang dikeluarkan.

Dilihat dari website eproc.id, adapun pemenang tender pengadaan alat peraga IPA Sains SD berbasis digital interaktif ini yakni, CV Aqsa Jaya Mandiri. Dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp4,49 miliar.

Masih dalam website itu, pengadaan alat peraga IPA Sains SD tersebut untuk 15 kecamatan yang ada di Kuansing. Pengusutan perkara tersebut, mulai dari tingkat penyelidikan hingga penyidikan, ditangani oleh Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kuansing.

Adapun kegiatan pengadaan yang menjadi masalah tersebut yakni, modul eksperimen pembelajaran IPA sains SD berbasis digital interaktif. Yang mana, kegiatan pengadaan itu, menggunakan pagu anggaran sebesar Rp4,5 miliar. Uang itu, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kuansing Tahun 2019.

 

Laporan: Riri Radam Kurnia (Pekanbaru)

Editor: Afiat Ananda

Share
Published by

Recent Posts

Pemko Pekanbaru Pastikan Program Berobat Gratis UHC Tetap Berlanjut

Pemko Pekanbaru memastikan program berobat gratis UHC terus berlanjut dengan anggaran Rp111 miliar setelah tunggakan…

6 jam ago

Defisit APBN Bisa Nol, Menkeu Ingatkan Dampak ke Ekonomi

Menkeu Purbaya menyebut APBN bisa tanpa defisit, namun berisiko besar bagi ekonomi. Defisit 2025 dijaga…

7 jam ago

DPRD Pekanbaru Minta Satgas Tertibkan Kabel FO Meski Perda Belum Rampung

DPRD Pekanbaru mendukung Satgas Penertiban Kabel FO tetap bekerja meski perda belum disahkan demi keselamatan…

7 jam ago

ASN Terlibat Narkoba, Sekda Inhu Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi

Sekda Inhu menegaskan tidak ada toleransi bagi ASN yang terlibat narkoba dan mendukung penuh proses…

7 jam ago

Rekor Unggul, Jojo Siap Tempur Hadapi Kodai di Perempat Final Malaysia Open 2026

Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia di perempat final Malaysia Open 2026 dan siap menghadapi…

8 jam ago

Kabar Baik, Gaji ASN dan PPPK Meranti Mulai Dibayar

Pemkab Kepulauan Meranti mulai mencairkan gaji ASN dan PPPK Januari 2026 serta tunda bayar 2024…

8 jam ago