JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Dihadapan ratusan komunitas mobil klasik, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesatyo kembali menyerukan agar menjaga persatuan dan kesatuan.
Menurut Bamsoet sapaan akrabnya, sosialisasi empat pilar kebangsaan dengan menggandeng ratusan klub mobil klasik adalah bagian dari upaya MPR untuk mengingatkan semua elemen bangsa, agar tidak mudah terpecah belah dengan upaya adu domba.
"Empat Pilar yang terdiri dari Pancasila, NKRI, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika, adalah wujud dari upaya negara kita meneruskan cita-cita pendhulu kita menyatukan seluruh rakyat di tanah air," ujar Bamsoet di Nusantara IV, Komplek Parlemen, Jakarta Selatan, Ahad (23/8/2020).
"Bisa dibayangkan, jika tidak ada 4 Pilar tersebut, negara kita yang terdiri dari ribuan sukum budaya dan adat, akan mudah di adu domba. Jangan sampai NKRI menjadi seperti Suriah, Yaman dan negara-negara yang hancur akibat perang saudara yang tidak berkesudahan," timpalnya.
Kedatangan para pecinta mobil antik ini menurut Bamsoet, merupakan salah satu wujud semangat kebangsaan yang terus tumbuh di berbagai elemen masyarakat.
"Cinta tanah air dan persatuan serta kesatuan bangsa perlu terus dipelihara oleh segenap warga negara, seperti yang dilakukan oleh para pecinta mobil klasik ini," kata Bamsoet.
Senada dengan Bamsoet, Wakil Ketua MPR RI, Achmad Basarah, juga mengingatkan hal yang sama. "Seperti yang dikatakan pak Ketua MPR tadi, bangsa kita ini lahir dari semangat persatuan dan kesatuan yang ditandai dengan adanya Sumpah Pemuda. Kita sudah bersumpah satu naha air, satu tumpah darah dan satu bahasa yakni Indonesia," urainya.
Untuk itu kata Basarah, semua elemen termasuk komunitas mobil klasik di Indonesia, harus berkomitmen mempertahankan persatuan dan kesatuan yang sudah dibangun oleh para pendahulu kita.
"Ingat, negara kita dijajah lima negara, Inggris, Spanyol, Jepang, Portugis dan Belanda. Dulu, Belanda menggunakan cara-cara licik mengadu domba para raja, mengadu domba para pengusaha dan mengadu domba rakyat dengan tujuan mengambil alih kekuasaan. Ini jangan sampai terulang, mari sama-sama menolak aksi-aksi adu domba," ajaknya.
Selain mendengarkan paparan empat pilar kebangsaan yang disampaikan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, komunitas klub mobil klasik yang tergabung dalam Automobile Pride and Nasionalisme ini menggelar deklarasi kebangsaan 75 tahun Indonesia merdeka.
Laporan: Yusnir (Jakarta)
Editor: E Sulaiman
SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…
Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…
Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…
Vonis ringan kasus penggelapan Rp7,1 miliar di Inhil tuai sorotan. Kejari siap banding, korban kecewa…
Sebanyak 45 jemaah haji Riau yang sempat tertunda kini telah diberangkatkan ke Tanah Suci dengan…
Wako Pekanbaru jemput dukungan pusat untuk percepat waste station dan penataan TPA, dorong sistem pengelolaan…