Categories: Nasional

Wacanakan Anak Jalanan Disekolahkan ke Pesantren

Covid-19 semakin mengganas. Namun, di beberapa persimpangan jalan di Kota Pekanbaru, masih terlihat anak jalanan dan manusia silver yang kebanyakan masih remaja, meminta-minta. Meski ada yang memakai masker, tapi banyak juga yang tak mematuhi protokol kesehatan (prokes). Mereka seakan tak takut terpapar Covid-19 untuk mencari penghasilan dengan cara "mengemis".

"Kalau dibilang tak takut, saya pribadi jelas takut terkena Covid-19. Makanya, saya pakai masker. Tapi, mau gimana lagi, kami perlu uang untuk makan," ujar Doing, manusia silver yang mangkal di persimpangan SKA saat ditemui Riau Pos.

Kok tak cari kerja lain? "Covid-19 seperti sekarang ini cari kerja susah Bang," ujarnya.

Remaja kelahiran Aceh ini mengaku baru tiga bulan menjalani "profesi" sebagai manusia silver. Sehari, Doing bisa mendapatkan Rp80 ribu hingga Rp150 ribu dan setiap hari disisihkan untuk ditabung dan makan sehari-hari. Sebelumnya, dirinya merupakan kuli bangunan. Namun, karena perekonomian terdampak Covid-19, maka tak banyak yang membangun di Pekanbaru.

Disinggung terkait vaksinasi, Doing mengaku belum menjalani vaksinasi dan berkeinginan untuk ikut vaksinasi massal yang dilaksanakan Pemerintah Kota Pekanbaru.

"Tapi, susah ikut vaksinasi. Banyak syarat yang harus dilengkapi. Kalau bisa, kami orang-orang kecil ini diberikan kemudahan untuk ikut vaksinasi," ujar pria yang sudah lama menetap di Pekanbaru ini.

Lain manusia silver, lain pula cerita dari anak jalanan yang juga mangkal di persimpangan traffic light SKA, Dedek. Bocah berusia 9 tahun ini mengaku tak punya kegiatan lain karena tidak ada biaya untuk sekolah.

"Makanya saya cari uang sendiri di sini," ujarnya. Tak takut corona? "Takutlah. Mudah-mudahan tak kenalah (corona, red)," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru Mahyuddin mengatakan anak jalanan dan manusia silver ini bukan hanya terkait masalah Covid-19, tapi juga penyakit masyarakat yang telah ada dari dulu dan pihaknya perlahan-lahan telah coba menyelesaikan masalah ini.

"Kalau dikatakan banyak, jangan dibilang banyak karena setiap hari satgas kami melakukan penertiban. Sudah kami ingatkan bahaya Covid-19, risiko kecelakaan lalu lintas. Tapi mereka tetap tidak peduli," ujar Mahyuddin.

Dia menyebut, namanya perilaku masyarakat, tak bisa dihilangkan secara drastis karena kompleks masalahnya. Setahu dia, berulang itu hanya satu dua orang saja.

"Itu pun karena orangtuanya ‘mada’ (nakal). Orang tuanya ada di situ, seperti di SKA, kami sudah ingatkan berkali-kali. Namanya, mengubah tabiat masyarakat, tak bisa sekaligus," tambahnya.

Terkait vaksinasi, Mahyuddin mengatakan keluarga penerima bansos PKH memang diwajibkan untuk ikut vaksinasi. Tapi, kalau  yang terjaring razia untuk divaksinasi, belum ada wacana karena menyangkut ketersediaan vaksin nantinya.

"Kalau minta dipermudah, ya kami mendorong mereka divaksin. Tapi, yang penting mereka punya NIK. Kalau KTP tidak ada, bawa kartu keluarga. Kalau tak ada ya, tidak bisa," ujarnya.

Imbau Tidak Beri Uang kepada Gepeng
Kadisos Pekanbaru Mahyuddin mengatakan, masalah gelandangan dan pengemis di Riau, khusus Pekanbaru tak mungkin bisa dituntaskan jika tidak ada kerja sama dari masyarakat. Kerja sama yang dimaksud Mahyuddin adalah dengan tidak memberikan uang kepada para gepeng tersebut.
 

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Cegah Abrasi Sungai Indragiri, Mahasiswa ITB-I Tanam 100 Pohon

Mahasiswa ITB-I bersama Forkopimda Inhu menanam 100 pohon di bantaran Sungai Indragiri sebagai upaya mencegah…

3 jam ago

Generasi Terbaru Honda Vario 125 Hadir di Pekanbaru dengan Varian Street

PT CDN meluncurkan All New Honda Vario 125 di Pekanbaru dengan desain baru dan varian…

4 jam ago

Sambut Imlek 2577, PBBI dan PKMR Gelar Baksos di Rokan Hilir

PBBI dan PKMR menggelar baksos Imlek 2577 di Rohil dengan pembagian sembako serta layanan pengobatan…

4 jam ago

Energi Mega Persada Bangga Dukung Riau Pos Fun Bike 2026

Energi Mega Persada menyatakan kebanggaannya menjadi sponsor Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk dukungan…

5 jam ago

Laporan Warga, Wawako dan Kapolresta Cek Dugaan Pesta Waria di New Paragon

Pemko dan Polresta Pekanbaru mendatangi New Paragon KTV menyusul laporan masyarakat terkait dugaan kontes waria…

5 jam ago

RS Awal Bros Sudirman Hadirkan Teknologi Neurorestorasi

RS Awal Bros Sudirman menghadirkan layanan neurorestorasi berbasis TMS sebagai harapan baru pemulihan pasien stroke…

5 jam ago