ada-warga-kelaparan-di-tengah-wabah-dpr-minta-kemensos-bergerak-cepat
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendradjoni menyentil Kementerian Sosial agar bergerak cepat menyalurkan bantuan sosial di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Pasalnya, sudah ada kasus warga diduga meninggal akibat kelaparan di Serang, Banten.
Menurut Uni Lisda, bantuan berupa sembako maupun uang tunai harus menyasar keluarga miskin dan rentan di tengah kesulitan ekonomi dan banyak masyarakat yang tidak bisa lagi bekerja.
"Kami mendesak Kementerian Sosial RI untuk segera mencairkan program bantuan perlindungan sosial antara lain PKH (Program Keluarga Harapan), Kartu Sembako, pemberian Sembako di wilayah-wilayah yang terdampak Covid-19," ujar Lisda, Kamis (23/4).
Legislator asal Sumatera Barat ini pun meminta bantuan sosial tersebut jangan hanya terbatas untuk wilayah Jabodetabek, tetapi harus diterima masyarakat di semua daerah karena virus corona sudah menyebar di 34 provinsi.
Lisda menyadari, pemerintah tidak bisa dibiarkan sendirian dalam menangani pandemi Covid-19 beserta dampak yang ditimbulkan. Untuk itu, semua lapiran masyarakat hendaknya saling membantu terutama bagi yang memiliki sedikit harta berlebih.
"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Tetapi juga butuh dukungan kita bersama. Perlu diingat, haram kalau kita kenyang sementara tetangga ada yang kelaparan. Dengan kebersamaan, kejadian kelaparan hingga kematian akibat tak makan bisa kita cegah," tegasnya.
Sumber: JPNN.Com
Editor: Rinaldi
Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…
Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…
Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…
SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…
Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…
Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…