appi-instruksi-ojk-jangan-disalahpahami
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Otoritas Jasa Keuangan menginstruksikan agar perusahaan pembiayaan atau leasing memberikan keringanan membayar cicilan pinjaman kepada nasabahnya. Ini bertujuan mengatasi dampak menyebarkan virus corona yang mengganggu perekonomian nasional.
Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, kebijakan tersebut menimbulkan salah persepsi di masyarakat. Sebab banyak pihak yang beranggapan bahwa dalam kondisi saat ini nasabah diperbolehkan tidak melakukan pembayaran cicilan kendaraan.
"OJK menginginkan, kalau bisa dalam keadaan bencana seperti saat ini, (perlu) restrukturisasi kredit. Kita harus bantu. Bukan yang di berita-berita boleh tidak bayar setahun," ujarnya kepada JPG, Ahad (22/3).
Suwandi menjelaskan, yang dimaksud aturan tersebut adalah dengan melakukan restrukturisasi kredit nasabah. Sebab saat ini dunia usaha sedang memburuk akibat penyebaran virus corona sehingga mengganggu kinerja keuangan.
"POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan) menyarankan bahwa dia harus direstrukturisasi, harus di reschedule, harus dibantu, supaya nasabah jangan ditarik kendaraannya," jelas dia.(jpg)
Kualitas udara Pekanbaru memburuk, siswa PAUD hingga SMP belajar daring dari rumah. MBG tetap disalurkan…
Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…
Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…
Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…
SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…
PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…