Categories: Nasional

Arena Ski Internasional Tertinggi Ada di Tiongkok

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tiongkok selalu menelurkan ide-ide yang mengejutkan. Salah satunya, Pemerintah Tiongkok berhasil menjadikan beberapa desa tertinggal dan miskin sebagai arena kejuaraan ski bertaraf internasional. Tak pelak, langkah tersebut secara otomatis memajukan desa-desa tersebut dan membuat perekonomian penduduknya makin meningkat.

Desa Yabuli di Provinsi Heilongjiang yang diapit Gunung Changbai dan Zhangguangcai mampu mendatangkan 500 ribu wisatawan pada musim dingin pada setiap Oktober-Februari.

"Kalau dihitung harian, desa ini rata-rata bisa didatangi 5.000 orang," kata Yan Yusheng dari Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Provinsi Heilongjiang, kepada Antara di Yabuli, Sabtu (21/12).

Meski tidak ditetapkan sebagai tempat penyelenggaraan Olimpiade musim dingin atau "Olympic Winter Games" di Beijing pada 2022, Yabuli tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Bahkan, tim ski Hongkong berlatih secara intensif di desa yang berjarak sekitar 250 kilometer di sebelah tenggara Ibu Kota Provinsi Heilongjiang di Harbin untuk persiapan Olimpiade musim dingin.

Yabuli memiliki 54 jalur ski yang panjang keseluruhannya mencapai 90 kilometer, baik untuk pemula maupun profesional. Desa Yabuli telah sukses menyelenggarakan berbagai ajang kejuaraan, di antaranya Asian Winter Games 1996, Winter Universiade 2009, World Youth Snowboarding Championship 2015, dan World Snowboarding Championship 2016.

Sementara satu desa lainnya adalah Chongli di Provinsi Hebei. Lantaran jaraknya hanya 200 kilometer dari Beijing, desa yang berada di Kota Zhangjiakou itu telah ditetapkan sebagai venue ajang cabang olahraga ski dalam Olimpiade musim dingin 2022. Saat ini, pemerintah Tiongkok sedang menyelesaikan pembangunan arena utama dan fasilitas pendukungnya.

Pembangunan jalan tol dari Beijing menuju Chongli juga sedang dikebut sehingga memudahkan perjalanan para atlet dari satu tempat pertandingan ke tempat pertandingan lainnya. Kedua desa tersebut merupakan desa tertinggal dan terpencil, namun penduduknya bisa makmur dengan menjadi pemandu wisata pada musim dingin seperti sekarang ini.

"Kalau musim panas tiba, ada wahana tersendiri yang bisa digunakan oleh wisatawan," kata Konsuler Departemen Asia Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Deng Wei.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Libur Sekolah Makin Seru, Khas Pekanbaru Hotel Hadirkan Promo Menginap Mulai Juli

Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan promo School Holi-Deals selama Juli 2026 dengan paket menginap lengkap untuk…

19 jam ago

UAS Sempat Dihadang di Kutai Barat, Syahrul Aidi Minta Polisi Bertindak Proaktif

Syahrul Aidi mengecam penghadangan Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat dan meminta aparat menjamin keamanan…

20 jam ago

Jangan Sampai Terlewat! Daftar Ulang SPMB SD Negeri Hanya Digelar Dua Hari

Daftar ulang SPMB SD Negeri di Pekanbaru resmi dimulai. Orang tua melengkapi berkas, sementara sekolah…

20 jam ago

Jabatan Pimpinan Tinggi di Meranti Akan Diisi Lewat Talent Management, Bukan Seleksi Terbuka

Pemkab Kepulauan Meranti resmi menerapkan manajemen talenta ASN setelah mendapat persetujuan BKN. Pengisian JPTP tak…

23 jam ago

Kesepakatan Tercapai, Kompensasi Korban Pencemaran Sungai Tapung Mulai Direalisasikan

Kompensasi bagi 142 nelayan terdampak pencemaran Sungai Tapung mulai direalisasikan. Nelayan berharap pemulihan lingkungan segera…

1 hari ago

Jenguk Korban Dugaan Pengeroyokan, Kapolda Riau Pastikan Kasus Diusut Profesional

Kapolda Riau menjenguk korban dugaan pengeroyokan di RS Bhayangkara dan menegaskan proses hukum akan dilakukan…

1 hari ago