Categories: Nasional

Dosen Faperta Unri Kembangkan Sistem Pertanian LEISA

PEKANBARU (RIAUPIS.CO) — Dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Riau (Unri) mengembangkan sistem pertanian. Kegiatan ini dilatarbelakangi dengan tingginya produksi pertanian terutama padi dan cabai yang dihasilkan oleh petani Desa Langsat Permai Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak. Akan tetapi, biaya produksi yang dikeluarkan untuk pupuk organik dan penanggulangan hama juga tinggi.


Karena itu, tim dosen Faperta diketuai oleh Prof Hapsoh dengan anggota Dr Wawan, Desita Salbiah MSi, Arnis En Yulia MSi dan Isna Rahma Dini MSi. Tim  mengabdi kepada masyarakat melalui pengembangan produksi pertanian dengan sistem Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA)”.

“Sistem LEISA diharapkan dapat mengurangi biaya produksi dengan menekan penggunaan pupuk anorganik dan pestisida kimia. Namun, tidak menurunkan produksi tanaman,’’ ujar Prof Hapsoh. Upaya awal yang dilakukan ialah cara membuat demplot tanaman. Hal ini nantinya bertujuan untuk menjadi gambaran kepada petani agar dapat menerapkan sistem pertanian LEISA ke depannya. Tanaman yang akan ditanam pada demplot di antaranya yaitu padi, cabai, dan jagung.

Budidaya tanaman yang dilakukan menggunakan pupuk organik yang dibuat sendiri oleh petani, pupuk hayati yang dibuat dengan memanfaatkan bakteri selulolitik, dan pengendalian hama menggunakan agens hayati hasil isolasi tim pengabdian. Hal ini dilakukan untuk menerapkan hasil penelitian tim pengabdian dan selanjutnya diharapkan dapat digunakan secara terus menerus oleh petani. 

Petani Desa Langsat Permai, Rifai, berharap sekali jika pertanian yg dilakukan mengarah pada pertanian organik. “Dengan begitu, sistem pertanian LEISA ini menjadi salah satu upaya untuk menuju pada pertanian organik, di samping ramah lingkungan, produk pertanian yang akan dihasilkanpun akan memiliki nilai jual tinggi dan mudah dipasarkan,” ujar Rifai. 

Partisipasi petani dalam kegiatan ini terlihat dari kesediaan petani untuk memberikan lahan untuk demplot dan mendampingi mahasiswa Kukerta yang melakukan budidaya pada demplot tersebut. Mahasiswa yang terlibat pada kegiatan budidaya tersebut merupakan mahasiswa Kukerta Pulang Kampung, yaitu, mahasiswa Kukerta yang berdomisili di Siak. Selain itu, program ini juga didampingi oleh PPL Desa Langsat Permai, Affandi. Melalui kegiatan demplot ini, diharapkan selanjutnya petani dapat mengembangkan sistem pertanian LEISA dan menjadi sentra budidaya tanaman organik di Kabupaten Siak.f

Affandi mengatakan, program ini sangat sejalan dengan yang diharapkan oleh Pemerintah Kabupaten Siak. “Program ini sangat sejalan dengan apa yang diharapkan oleh Pemerintah Kabupaten Siak khususnya Dinas Pertanian Siak untuk dapat menghimbau petani agat dapat melakukan pertanian ramah lingkungan tapi tetap menghasilkan produksi yang tinggi,” sebutnya.(azr/c)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Kesepakatan Tercapai, Kompensasi Korban Pencemaran Sungai Tapung Mulai Direalisasikan

Kompensasi bagi 142 nelayan terdampak pencemaran Sungai Tapung mulai direalisasikan. Nelayan berharap pemulihan lingkungan segera…

30 menit ago

Jenguk Korban Dugaan Pengeroyokan, Kapolda Riau Pastikan Kasus Diusut Profesional

Kapolda Riau menjenguk korban dugaan pengeroyokan di RS Bhayangkara dan menegaskan proses hukum akan dilakukan…

54 menit ago

Sidang Korupsi BPR Indra Arta Masuk Tahap Replik, Satu Terdakwa Gugur karena Meninggal Dunia

Sidang dugaan korupsi Perumda BPR Indra Arta Inhu memasuki tahap replik. Satu terdakwa meninggal dunia…

3 jam ago

Perbaikan Jalan di Dua Titik Picu Kemacetan Panjang di Jalur Riau-Sumbar dan Pekanbaru-Bangkinang

Perbaikan jalan menyebabkan kemacetan panjang di perbatasan Riau-Sumbar dan Km 35 Pekanbaru-Bangkinang. Pengendara diminta mengatur…

9 jam ago

Lima Qori dan Qoriah Kuansing Lolos Perkuat Riau di MTQ Nasional 2026

Kuansing sukses menjadi tuan rumah MTQ Riau 2026 dan meloloskan lima qori-qoriah untuk memperkuat kafilah…

12 jam ago

Masih Ada 3.350 Kursi Kosong di SD Negeri Pekanbaru, Ini Sebaran Lengkapnya

Pemko Pekanbaru mencatat masih ada 3.350 kursi kosong di 108 SD Negeri usai pengumuman SPMB…

12 jam ago