malaysia-temukan-pasien-pertama-varian-delta-di-sarawak
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Malaysia mendeteksi kasus pertama Covid-19 varian Delta di Sarawak. Ternyata dia adalah seorang perempuan Indonesia berusia 29 tahun yang memasuki Sarawak secara ilegal.
Perempuan itu telah diidentifikasi sebagai satu-satunya kasus varian Delta yang terdeteksi. Asst Comm Sibu OCPD Stanley Jonathan Ringgit mengatakan, perempuan itu masuk ke Sarawak melalui jalan tikus (jalur ilegal) dari Pontianak bersama rekan senegaranya, pria berusia 22 tahun, pada 5 Juli 2021.
"Mereka masuk ke wilayah Malaysia melalui jalan tikus dari Pontianak kemudian naik truk ke Sibu," kata Stanley, Kamis (22/7).
Dilansir dari The Star, Kamis (22/7), Stanley mengatakan perempuan tersebut kini dirawat di Rumah Sakit Sibu sejak 7 Juli, setelah dinyatakan positif Covid-19 dari tes PCR pada hari yang sama. Sementara, sang pria dinyatakan negatif Covid-19 dan telah dikarantina di sebuah hotel selama 21 hari.
Otoritas mengatakan kedua imigran gelap itu akan ditahan berdasarkan Bagian 55E/6 (1) dari Undang-Undang Imigrasi, 1959/63 setelah mereka meninggalkan pusat karantina. Komite Penanggulangan Bencana Divisi Sibu (SDDMC) dalam keterangannya mengatakan perempuan Indonesia itu dinyatakan positif varian Delta setelah sampel dikirim ke Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) pada 12 Juli.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
RSUD Arifin Achmad terapkan Code Stroke, percepat penanganan pasien kurang dari satu jam untuk selamatkan…
Dana THR ASN Rp55 triliun siap cair, tunggu PP diteken Presiden. Disnaker buka posko pengaduan…
Perayaan Imlek dan Festival Perang Air dongkrak mobilitas laut Meranti hingga 37.634 penumpang di Pelabuhan…
BRI Pekanbaru serahkan satu unit sepeda motor sebagai doorprize utama dalam perayaan Imlek Bersama 2577…
Kondisi Pasar Terubuk Bengkalis rusak dan banyak kios kosong, Disdagprin sebut terkendala anggaran perbaikan.
Bupati Siak Afni Z safari Ramadan ke pelosok, door to door bagikan bantuan tunai Baznas…