joging
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hardi (35) sering diejek teman-temannya akibat perutnya yang buncit dan badannya yang mulai membesar akibat kelebihan berat badan. Terlebih ia juga belum menikah, hal tersebut membuatnya kerap diejek temannya bahkan keluarganya.
Suatu hari, Hardi memantapkan hati untuk mulai berolahraga sehat dan makan makanan dengan teratur. Ia mulai menjadwalkan untuk joging setiap hari di sekitar kompleks rumahnya.
Di hari pertama, ia berulang kali melongok ke jendela, seperti berharap tidak ada yang melihatnya. Namun, bapak-bapak sehabis salat subuh dari masjid terlihat berjalan pulang.
Selang beberapa lama kemudian, ia hendak keluar namun rombongan anak-anak yang mengikuti kajian subuh kembali lewat.
Ternyata Hardi tidak cukup percaya diri untuk jogging di kompleks nya, karena malu. Ia pun akhirnya memutuskan untuk berlari-lari kecil di ruang tengah rumah dan sesekali memainkan skipping dan melompat-lompat. Ia juga mengenakan jaket berbahan parasut agar lebih banyak menghasilkan keringat.
"Alamaak, ini olahraga kok di ruang tengah. Jogging tu sekalin keliling kompleks pagi-pagi biar sehat," kata adiknya.
"Diam aja lah," pungkas Hardi menahan malu, karena tiba-tiba adiknya yang biasanya bangun siang menjadi bangun pagi.(anf)
PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…