ketua-mpr-minta-m-nuh-pemenang-lelang-motor-jokowi-rp2-5-m-dibebaskan
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo telah meminta polisi untuk membebaskan Muhammad Nuh alias M Nuh. M Nuh diduga ditangkap karena melakukan penipuan terkait memenangkan lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Jokowi seharga Rp2,5 miliar.
“Saya sudah mohon untuk dibebaskan. Karena kami sendiri merasa tidak ada masalah, tidak ada yang dirugikan,” kata Bamsoet dikonfirmasi, Jumat (22/5).
Politikus Partai Golkar ini menyebut, banyak masyarakat yang ingin mempunyai motor listrik Gesits bertanda tangan Presiden. Mereka ingin memiliki motor dengan tanda tangan presiden yang akan menjadi kenangan dan koleksi seumur hidupnya.
“Ada yang ngebit di atas Rp2,55 miliar setelah mendengar M Nuh yang mengaku pengusaha asal Jambi itu mundur,” tukasnya.
Sebelumnya, Muhammad Nuh alias M Nuh, lelaki yang memenangkan lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Jokowi seharga Rp2,5 miliar, dikabarkan diamankan aparat kepolisian. Nuh ditangkap karena diduga melakukan penipuan, karena hingga kini belum melakukan pembayaran.
Bahkan beredar Informasi, dia bukan pengusaha, melainkan hanya buruh harian. Namun, polisi mengaku tidak menahan Nuh, tapi dia meminta perlindungan.
“Yang bersangkutan tidak paham acara yang diikuti adalah lelang. Yang bersangkutan malah mengira bakal dapat hadiah,” cetus Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Santyabudi.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Bupati Rohul ajak masyarakat hadiri potang bolimau di Waterfront City Pasirpengaraian sambut Ramadan 1447 H.
IAGI, IATMI dan SLB Indonesia gelar Kick-Off Petrel Hackathon 2026 di UIR untuk dorong talenta…
Jembatan Sungai Sinambek Kuansing ditutup karena rusak dan nyaris ambruk, namun pengendara masih nekat menerobos.
Jelang Imlek 2026, trafik Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar naik hingga 35 persen, arus ke Sumbar…
RS Awal Bros Hangtuah luncurkan Hair Center pertama di Riau, hadirkan solusi medis rambut berbasis…
Polres Siak gelar ramp check gabungan dalam Operasi LK 2026 untuk pastikan angkutan umum dan…