Categories: Nasional

Blok Khusus untuk Bandar

UNTUK mencegah terjadinya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lapas, berbagai langkah telah dilakukan pihak lapas. Salah satunya adanya blok high risk. Blok ini menjadi tempat khusus bagi warga binaan yang berpotensi tinggi terjadinya penyalahgunaan narkoba. Blok para pengedar atau bandar. Spesifikasinya khusus. Berbeda dari blok lapas lainnya.

Hal itu diungkapkan Kadiv Imigrasi Kemenkum HAM Riau Mujiono, didampingi Kalapas Klas II Bagansiapiapi Wachid Wibowo, di Bagansiapiapi baru-baru ini. Ada blok high risk bagi yang punya potensi tinggi penyalahgunaan narkoba. Langkah itu untuk memutus mata rantai narkoba. Di Pekanbaru ada empat buah.

“Harapannya agar mereka tidak bisa berinteraksi dengan napi lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya pengaruh buruk,” kata Mujiono.

Untuk memutus mata rantai narkoba tersebut, memang perlu dilakukan pencegahan secara dini. Belajar dari pengalaman, ada napi yang tergolong pengedar kelas kakap masih bisa melakukan penyalahgunaan narkoba dari balik jeruji. Kondisi ini yang menyebabkan pengendalian narkoba masih dilakukan para bandar justru dari blok-blok lapas.

Keberadaan blok high risk dipandang sebagai salah satu solusi yang kini diterapkan oleh Kanwil Kumham. Setiap lapas dapat menerapkan sistem yang serupa. Hal itu juga sebagai salah satu upaya untuk menuju lapas yang merupakan wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM).

 Sejauh ini, peredaran narkoba di lapas khususnya di Bagansiapiapi tidak terjadi. Pihaknya mengharapkan, seluruh petugas yang mendapatkan amanat di lingkungan Lapas Bagansiapiapi tersebut dapat menjalankan tugas dengan baik, penuh tanggung jawab dan amanah. “Selain harus mengawasi potensi penyalahgunaan tersebut, petugas juga jangan sampai terlibat pada penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Jika terbukti maka sanksinya pasti berat,” katanya.

Samai Lapas Nusa Kambangan
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas II A Tembilahan, Julianto, mengakui keberadaan blok pengendali narkoba (BPN) di tempatnya. Hal ini dilakukan untuk mereka yang dikategorikan sebagai bandar narkoba yang berisiko tinggi kembali mengendalikan narkoba dari balik jeruji.

“Dasarnya BPN ini penempatan bandar narkoba (high risk),” kata Julianto.

Memang terdapat standar berbeda pada blok pengendali narkoba ini. Tapi sejauh ini belum dibuat dengan standar sangat ketat. Begitu juga mengenai blok pengendali narkoba yang disebut-sebut menyamai Lapas Nusa Kambangan, diakui Julianto, untuk di Provinsi Riau, baru Lapas Pekanbaru yang memiliki pilot project tersebut.  “Ini pun sebenarnya atas kebijakan dan terobosan Kakanwil Riau. Mengingat masih banyak bandar atau pengendali Narkoba di Riau,” urainya.

Sebagai antisipasi BPN, maka standar dan pengamanan dapat disamakan dengan Lapas Nusa Kembangan. Di masa pandemi Covid-19 ini, kunjungan bagi para napi atau pun tahanan ditiadakan. Demikian pula bagi BPN. Lapas hanya menfasilitasi melalui video call secara gratis, tanpa ada biaya serupiah pun.

“Tapi tetap dijadwalkan,” imbuh Kalapas Kelas II A Tembilahan ini.(fad/ind)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

3 jam ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

9 jam ago

Teras Lantai Enam Gedung Kejati Riau Terbakar, DPKP Pekanbaru Bawa Enam Mobil Pemadam

Kebakaran melanda teras lantai enam Gedung Kejati Riau akibat dugaan korsleting listrik, petugas DPKP Pekanbaru…

9 jam ago

Siap Rebut Trofi Kemenangan, SMA Kalam Kudus Pekanbaru Sambut Roadshow Honda DBL 2026

Tim roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau hadir menyapa para pelajar SMA…

23 jam ago

Jembatan Sarang Elang Kecil di Batang Peranap Roboh, Dinas PUPRPKP Inhu Cari Solusi Penanganan

Dinas PUPRPKP Kabupaten Indragiri Hulu mencari solusi anggaran senilai Rp500 juta usai Jembatan Sarang Elang…

23 jam ago

Pameran Budaya Internasional 2026 UIN Suska Riau Suguhkan Roti Canai Hingga Teh Tarik Khas Malaysia

Konsulat Malaysia di Pekanbaru menggelar Pameran Kebudayaan Internasional 2026 di UIN Suska Riau dengan menyuguhkan…

23 jam ago