pelabuhan-internasional-dumai-ditutup
DUMAI (RIAUPOS.CO) — Aktivitas Pelabuhan Terminal Penumpang Pelabuhan Internasional Dumai terlihat kosong, Ahad (22/3). Bahkan pagar di depan juga dalam kondisi ditutup. Tidak ada aktivitas baik aktivitas penumpang yang berangkat maupun datang. Padahal beberapa hari yang lalu masih ada ratusan WNI yang pulang dari Malaysia. Hanya terlihat petugas kebersihan yang sedang membersihkan setiap sudut pelabuhan menggunakan semprotan cairan disinfektan.
"Sudah kosong sejak, Sabtu (21/3) Bang, tidak tahu sampai kapan, dengar-dengar sih sampai 31 Maret 2020, tapi saya juga gak tahu pastinya," ujar Ade, petugas kebersihan pelabuhan tersebut.
Sementara itu, Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Dumai Yuzirwan, mengatakan, memang pada Ahad (22/3) tidak ada kapal berangkat maupun datang. "Untuk informasi selanjutnya kami masih menunggu instruksi selanjutnya," tuturnya.
Sementara, Kepala Imigrasi Kelas II Dumai Gelora Adil Ginting membenarkan bahwa aktivitas di pelabuhan dihentikan, mulai Sabtu (21/3) lalu. "Sebelumnya negara Malaysia telah memberlakukan lockdown sejak 18 Maret 2020 akibat penyebaran virus corona. Akibatnya, warga negara Indonesia yang berada di Malaysia berbondong- bondong kembali ke Indonesia," ujarnya.
Ia mengatakan, dari data yang berhasil dirangkum pihaknya, sejak 18 sampai 20 Maret 2020 ada sebanyak 1.214 WNI di Malaysia kembali ke Indonesia melalui tiga pelabuhan yang ada di Malaysia yaitu pelabuhan Melaka, Muar dan Port Dickson Malaysia tujuan Pelabuhan Internasional Dumai.
"Total ada 1.214 WNI yang kembali ke Indonesia. Mereka masuk melalui Pelabuhan Internasional Dumai. Puncak arus kepulangan WNI dari Malaysia terjadi pada 19 Maret 2020 sebanyak 786 orang,” imbuhnya.
Dijelaskannya, pada 18 Maret 2020 ada sebanyak 72 orang, 19 Maret 786 orang dan 20 Maret 356 orang. Jumlahnya 1.214 orang. Mereka keluar dari tiga pelabuhan yang ada di Malaysia seperti Pelabuhan Muar, Port Dickson dan Pelabuhan Melaka. "Akibat lockdown yang ditetapkan oleh pemerintah Malaysia pada 18 Maret 2020 lalu, dan mereka yang kembali ke Indonesia berasal dari berbagai daerah di Riau, seperti Siak, Kerinci, Bengkalis, Rohil, Dumai dan daerah lainnya," tuturnya.
Ia mengatakan yang pulang tidak hanya pelancong, ada juga tenaga kerja Indonesia yang visa bekerjanya akan berakhir, dan mereka harus kembali untuk memperpanjang visa sebelum masa berlakukannya berakhir. "Jadi transportasi dari Dumai ke Malaysia dan sebaliknya sudah tutup 21 sampai 31 Maret 2020 dan kapal baru akan beroperasi kembali 1 April 2020," tuturnya.
Sementara itu, Staf Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi KKP Dumai, Yuspinaldi, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap semua penumpang yang masuk. "Alhamdulillah semua dalam keadaan sehat, tidak ada yang menunjukkan gelaja Covid-19, selain itu kami juga sudah mencatat penumpang asal Dumai, ada puluhan orang, semua data itu sudah kami berikan kepada Diskes, kami juga meminta warga Dumai itu untuk mengkarantina diri di rumah selama 14 hari," tutupnya.
Laporan: Hasanal Bulkiah (Dumai)
Editor: Arif
Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026
Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…
Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…
Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…
SPBU di Bantan, Bengkalis batasi pembelian BBM subsidi maksimal Rp200 ribu. Kebijakan ini menuai keluhan…
Sebanyak 38 peserta lolos seleksi administrasi calon anggota KI Riau 2026–2029 dan berhak mengikuti tes…