pemulung
Pada suatu hari, di sebuah kompleks perumahan yang kelihatan mewah, terjadi perdebatan antara warga dan seorang pemulung.
Masalah yang mereka debatkan adalah hal sepele. Di lingkungan perumahan itu sudah banyak ditempel papan dengan tulisan "Pemulung Dilarang Masuk".
Pemasangan tulisan itu bukan tanpa alasan.
Pasalnya, warga setempat sudah mulai resah karena sering kali terjadi kehilangan sandal, sepatu, pot bunga dan lain-lain.
Nah, meski telah ada tulisan pemulung dilarang masuk, tetapi masih ada saja pemulung yang kepergok warga.
Seperti yang dialami si pemulung, sebut saja Edi.
"Pak, sedang cari apa di tempat sampah itu?" tanya warga.
Edi menjawab, "Lagi mencari barang bekas atau botol plastik yang dapat didaur ulang, Pak.
"Alamak…! Apa kamu tidak melihat tulisan dan gambar di depan tadi? Pemulung tak boleh masuk di sini," kata warga itu sedikit membentak.
"Oh saya lihat, Pak, itu kan gambar pemulung. Berarti boleh masuk," jawab Edi sambil senyum-senyum.
"Apa kamu tidak bisa baca? Di bawah gambar itu kan ada tulisan pemulung dilarang masuk," kata warga tadi yang mulai terlihat kesal.
"Tidak Pak, saya tidak bisa baca. Kalau saya bisa baca nggak mungkin saya jadi pemulung," jawab Edi santai.
Warga itu pun hanya bisa terdiam dan lalu pergi membiarkan Edi kembali mencari botol plastik bekas.(dof)
Sebanyak 52 jalur telah mendaftar Pacu Jalur Mini 2026 di Tepian Narosa Teluk Kuantan. Total…
Hotel Dafam Pekanbaru menghadirkan promo Merdeka Staycation Rp545.081 per malam. Tamu juga mendapat Es Merah…
DPRD Pekanbaru mengapresiasi perbaikan jalan yang dikebut Pemko, namun meminta kualitas dijaga setelah ditemukan sejumlah…
Pacu jalur Kuansing 2026 diprediksi menarik puluhan ribu pengunjung. Pemkab memastikan pasokan Pertalite dan solar…
Ketua Kwarcab Pekanbaru Sulastri meraih Lencana Darma Bakti dari Kwarnas. Penghargaan diberikan atas dedikasinya membina…
Rumah warga di Jalan Tanjung Harapan, Tembilahan, terbakar Kamis sore. Api berhasil dipadamkan sebelum merembet…