Categories: Nasional

Kerja Sama Strategis: PLN Suplai Energi KRI, Dukung Pertahanan Laut Indonesia

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – TNI Angkatan Laut (TNI AL) menjalin kerja sama dengan PLN untuk penyediaan layanan onshore electric connection di Koarmada II Surabaya. Melalui layanan ini, kapal perang Indonesia yang bersandar di dermaga dapat langsung memanfaatkan aliran listrik PLN, sehingga lebih hemat energi sekaligus mendukung transisi menuju Indonesia bebas emisi karbon.

Asisten Logistik KSAL, Laksamana Muda TNI Eko Sunarjanto, menilai kehadiran PLN bukan sekadar soal teknis penyediaan energi. Menurutnya, sinergi ini adalah langkah strategis yang sejalan dengan visi memperkuat pertahanan maritim sekaligus menghadirkan efisiensi. “Dibandingkan genset berbahan bakar solar, pemanfaatan listrik PLN jauh lebih efisien, hemat biaya, dan ramah lingkungan,” jelasnya, Kamis (18/9).

Koarmada II sendiri memegang peran penting dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia. Armada ini didukung kapal perang modern, termasuk frigate terbesar di Asia Tenggara, KRI Brawijaya-320. Kapal-kapal semacam ini membutuhkan suplai energi besar, stabil, dan ramah lingkungan. Di sinilah inovasi PLN hadir memberi solusi.

Hasil perhitungan menunjukkan, pemanfaatan listrik PLN mampu memangkas biaya operasional kapal hingga 56 persen dibandingkan penggunaan genset solar. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut kolaborasi ini sebagai lompatan penting. “Kami bangga bisa mendukung misi TNI AL dan Kementerian Pertahanan dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia,” ucapnya.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menjelaskan, kebutuhan energi kapal perang berbeda dengan rumah tangga atau pelanggan industri biasa. Jika listrik rumah tangga menggunakan tegangan rendah 220 Volt dengan frekuensi 50 Hz, kapal perang membutuhkan daya hingga 1.500 kW dengan tegangan 690 Volt dan frekuensi 60 Hz. Karena itu, PLN menyesuaikan pelayanan secara khusus untuk armada laut.

Ke depan, sinergi ini diharapkan menjadi tonggak bagi elektrifikasi maritim yang lebih luas. PLN melihat langkah ini sebagai bagian dari roadmap transisi energi menuju target Net Zero Emissions 2060 atau bahkan lebih cepat.

Redaksi

Recent Posts

Sempat Tertahan di Padang, Pesawat Lion Air JT390 Akhirnya Mendarat Selamat di Pekanbaru

Pesawat Lion Air JT390 rute Jakarta–Pekanbaru sempat mengalami divert ke Bandara Internasional Minangkabau akibat faktor…

16 jam ago

Saksi Absen Dua Kali, BAP Kasus Pembunuhan Berencana Lansia di Rumbai Dibacakan di PN Pekanbaru

Sidang kasus pembunuhan berencana lansia Dumaris Sitio di PN Pekanbaru dilanjutkan dengan pembacaan BAP akibat…

1 hari ago

Anak Gajah Sumatera Lahir di TNTN Pelalawan, Titiek Soeharto Beri Nama Ganesha

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto meresmikan nama…

1 hari ago

Polsek Sukajadi Amankan Pelaku Pemerasan Bermodus Kencan MiChat

Jajaran Polsek Sukajadi mengamankan pemuda diduga waria berinisial MAA terkait kasus pemerasan dan ancaman kekerasan…

1 hari ago

Sambangi SMKN 4 Pekanbaru, Roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau Disambut Antusias

Rangkaian roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau menyambangi SMKN 4 Pekanbaru untuk…

1 hari ago

Sisir 12 Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Polda Riau Tes Urine 57 Pengunjung

Polda Riau menggelar razia gabungan di 12 Tempat Hiburan Malam (THM) Pekanbaru. Dari 57 orang…

1 hari ago