petani-khawatir-ancaman-karhutla
DUMAI (RIAUPOS.CO) — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi ancaman terbesar bagi para petani sawit di Kota Dumai setiap tahun. Pasalnya setiap karhutla terjadi pasti ada lahan sawit para petani yang ikut terbakar.
"Di Sungai Sembilan banyak lahan petani terbakar, sawit yang harusnya dipanen gagal, termasuk lahan saya," ujar Ipur (34), petani sawit di Sungai Sembilan.
Ia dan beberapa petani sawit sudah sadar dan tidak pernah lagi membersihkan lahan dengan cara membakar. "Ini perlu juga kesadaran semuanya. Karena kadang ada orang baru buka lahan, mereka suka-suka saja," sebutnya.
Ia mengaku lahan sawit miliknya pada tahun lalu seluas lima hektar e terbakar, padahal sedang berbuah. “Sawit saya saat ini hanya tinggal empat hektare. Yang sisanya terbakar, sudah kami tanam lagi, karena memang sawitnya mati,” tutur Ipur lagi.
Hal sama dikatakan Bahri (42), warga Bukit Kapur yang juga petani sawit. Kebun sawitnya juga pernah terbakar. "Untung tidak banyak, hanya sekitar 1 hektare, jangan sampai tahun ini terjadi lagi," sebutnya.
Satu hektare lahan sawit yang terbakar tersebut sudah dipulihkan dengan kembali ditanam sawit, namun masih kecil. "Jangan harga sudah mulai bagus, malah karlahut jadi musibah bagi kami," terangnya.
Ia juga berpesan kepada para petani sawit lainnya agar tidak membakar sampah dilahan, karena sangat berpotensi terjadi kebakaran. "Kadang ada saja yang tidak berpikir panjang, mau kerja cepat, sampah-sampah dibakar dekat lahan, tapi tidak dijaga," tutupnya.(zed)
Laporan Hasanal Bulkiah, Dumai
Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…
Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…
BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…
Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…
Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…
Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…