Categories: Nasional

Kedatangan UAS hingga Pimpinan Terpilih

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih mulai melakukan adaptasi. Mereka berkunjung ke gedung KPK, Selasa (19/11) untuk menemui komisioner yang masih aktif serta para pegawai.

 

"Selain pengenalan, kami juga pahami apa yang tersisa harus kami lanjutkan," kata komisioner KPK terpilih Lili Pintauli Siregar.

Lili datang ke gedung KPK bersama Nurul Ghufron, komisioner KPK terpilih lainnya. Lili mengatakan dalam kunjungan kemarin pihaknya belum membahas secara intensif tentang masalah pemberlakuan UU Nomor 19/2019 tentang KPK. "Nggak (membahas UU KPK baru), nggak seberat itu. Tadi kami say hello, dan ngopi bareng (dengan pimpinan KPK, red)," ujarnya.

Nurul Ghufron menambahkan pihaknya kemarin membahas agenda-agenda pemberantasan korupsi yang sudah diselesaikan dan yang perlu dilanjutkan oleh pimpinan baru. Nah, program-program yang perlu dilanjutkan itulah yang mulai dipelajari.  "Yang kemudian perlu kami lanjutkan itu sudah mulai tertransfer," paparnya.

Terkait polemik syarat usia pimpinan KPK dalam UU baru, Ghufron menanggapi santai. Menurutnya, ketentuan yang mengatur usia pimpinan KPK harus di atas 50 tahun itu tidak berlaku surut baginya. Kebetulan, usia Ghufron saat ini di bawah 50 tahun.

"Sebagaimana telah disampaikan oleh pimpinan DPR bahwa saya diproses pada saat UU 30 tahun 2002, versi lama yang mempersyaratkan usianya 40 tahun," ungkapnya.

Ghufron menyatakan pihaknya akan menjalankan UU KPK baru sesuai dengan ketentuan. Pihaknya juga akan bersinergi dengan Wadah Pegawai (WP) KPK yang kerap mengkritisi kerja pimpinan. "Kami akan bersinergi dengan semua pihak. Bukan hanya WP, tapi juga eksternal KPK yang selama ini turut membangun KPK," ujar dekan Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) itu.

Selain pimpinan terpilih, KPK kemarin juga kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS). Bukan hanya memberikan tausiah tentang integritas, UAS juga menyampaikan dukungan moral bagi pegawai dan pimpinan KPK.  Kepada keluarga besar KPK, UAS menyampaikan pentingnya mendekatkan diri kepada Tuhan agar ada kekuatan batin memberantas korupsi.

"Umat berbuat baik. Support kebaikan memberikan dukungan moral terhadap kebijakan kebaikan," tuturnya.(tyo/jpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Pameran Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning Resmi Dibuka, Angkat Warisan Budaya ke Ruang Kreatif

Pameran Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning di Galeri Hang Nadim hadirkan karya seni yang…

16 jam ago

PLN UIP Sumbagteng Gelar Fun Walk di Bukittinggi, Perkuat Kebersamaan dan Budaya Hidup Sehat

PLN UIP Sumbagteng menggelar Fun Walk dalam Wellbeing Day di Bukittinggi untuk memperkuat kesehatan, sinergi,…

17 jam ago

Senat Unri Sahkan Delapan Bakal Calon Rektor, Tahapan Penentuan Tiga Kandidat Segera Digelar

Senat Universitas Riau menetapkan delapan bakal calon rektor periode 2026-2030. Tahap penyaringan dan penetapan tiga…

22 jam ago

47 Perusahaan Buka 1.417 Loker, Job Fair Pekanbaru Langsung Dipadati Pencaker

Ribuan pencari kerja memadati Pekanbaru Job Fair 2026. Sebanyak 1.417 lowongan dari 47 perusahaan disiapkan…

23 jam ago

Saatnya Pekanbaru Tinggalkan Kabel Bergelantungan, DPRD Dorong Jaringan Bawah Tanah

DPRD Pekanbaru mendorong penerapan sistem kabel bawah tanah untuk mengatasi kabel semrawut sekaligus meningkatkan estetika…

2 hari ago

Lebih dari 12 Ribu Warga Padati Danau Bandar Kayangan, HUT Pekanbaru Berlangsung Meriah

Belasan ribu warga memadati Danau Bandar Kayangan untuk mengikuti jalan sehat dan senam sehat dalam…

2 hari ago