Categories: Nasional

Catalunya Makin Membara, El Clasico Kena Imbas

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kondisi di Catalunya, Barcelona, belum juga mereda dan justru makin membara. Bahkan, masifnya unjuk rasa membuat duel panas El Clasico antara Barcelona sebagai tuan rumah menghadapi Real Madrid terpaksa ditunda. Padahal, duel tersebut baru akan berlangsung pada Sabtu (26/10) mendatang di Stadion Camp Nou.

Seperti diketahui, unjuk rasa warga Catalunya sudah berlangsung selama lima hari terakhir. Sebagian besar warga Catalunya yang pro kemerdekaan melakukan protes dan berujung pada kekerasan. Itu merupakan imbas dari putusan pengadilan yang menjatuhkan hukuman penjara bagi 9 petinggi Catalunya.

Pada Jumat (18/10) malam waktu Spanyol, demonstran yang sebagian besar mengenakan penutup muka, terlibat bentrok dengan aparat kepolisian. Pengunjuk rasa awalnya melakukan aksi damai. Lebih dari setengah juta orang berbaris di pusat kota. Itu adalah protes terbesar sejak Senin (14/10) yang berjumlah puluhan ribu demonstran turun ke jalan.

Polisi mengatakan 525.000 orang terlibat unjuk rasa pada Jumat (18/10). Sementara sebagian besar pengunjuk rasa tetap damai, beberapa demonstran berulah dengan melemparkan batu dan kaleng ke arah polisi. Mereka menyeret tong sampah besar ke tengah-tengah taman kota dan membakarnya. Mobil polisi berhasil menghalau dan mendorong pengunjuk rasa kembali ke trotoar.

Wartawan Al Jazeera di Barcelona, Sonia Gallego, mengatakan bahwa protes itu telah meningkat menjadi kerusuhan besar di pusat kota. “Itu dimulai dari luar gedung markas polisi, di salah satu lapangan utama. Kemudian, ratusan pengunjuk rasa berubah menjadi sangat kejam terhadap polisi,” kata Gallego.

“Mereka memprotes tindakan polisi dan berusaha untuk menyerang polisi. (Polisi) membalasnya dengan bom asap,” imbuhnya.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengumumkan telah memberikan lampu hijau untuk mengirim bala bantuan polisi ke pinggiran Barcelona. Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska mengatakan bantuan polisi itu untuk membantu menjaga ketertiban di kota dan untuk menggantikan polisi yang sebelumnya berjaga untuk beristirahat.

“Sepanjang minggu ini ada insiden kekerasan di Catalunya. Mereka telah diorganisir oleh kelompok-kelompok yang merupakan minoritas tetapi sangat terorganisir. Tindakan mereka tidak akan dibiarkan begitu saja. Oleh sebab itu kami mengirimkan bantuan keamanan,” sebut Fernando Grande-Marlaska dalam konferensi pers.

Unjuk rasa yang masif itu membuat Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) memutuskan untuk menunda laga El Clasico antara Barcelona kontra Real Madrid pada 26 Oktober karena masalah keamanan. RFEF lebih mementingkan keselamatan ketimbang memaksakan untuk menggelar laga pada hari itu. Maklum saja, unjuk rasa belum diketahui kapan berakhir dan El Clasico adalah duel panas antara dua klub besar di Spanyol.

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Mandi di Danau Raja Rengat, Pelajar SMP Tewas Tenggelam

Seorang pelajar SMP tewas tenggelam saat mandi di Danau Raja Rengat, Inhu. Korban diduga kelelahan…

14 jam ago

Bayar Hingga Rp5,7 Juta, Puluhan WNI Gagal Diberangkatkan Ilegal ke Malaysia

Polisi Dumai menggagalkan pengiriman 26 calon PMI ilegal ke Malaysia. Para korban diminta membayar hingga…

14 jam ago

25 Dapur MBG Dibangun di Daerah 3T Inhu, Sekda Turun Langsung Meninjau

Pemkab Inhu membangun 25 dapur SPPG MBG di daerah 3T tahun 2026. Sekda Inhu meninjau…

2 hari ago

Bupati Kuansing Optimalkan Lahan Bekas Tambang untuk Ketahanan Pangan

Pemkab Kuansing berkomitmen mengubah bekas lahan tambang menjadi pertanian produktif demi mendukung IP 200 dan…

2 hari ago

Bupati Siak Teken Komitmen Manajemen Talenta ASN Bersama BKN

Pemkab Siak menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit dan menempatkan…

3 hari ago

Tumpukan Limbah Kayu Ancam Sungai Bukit Batu Bengkalis

Tumpukan limbah kayu mencemari Sungai Bukit Batu Bengkalis. Warga khawatir dampak lingkungan dan mendorong penyelesaian…

3 hari ago