sepatu
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Belanja online menjadi primadona saat ini. Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, calon pembeli tak perlu repot-repot keluar rumah untuk berbelanja.
Mereka tinggal memanfaatkan smartphone dan fasilitas internet, lalu memilih dan membeli barang yang diinginkan. Usai melakukan pembayaran maka barang akan diantar, tanpa harus bepergian.
Kendati demikian, meski terlihat sangat mudah, jual beli secara online ini juga memiliki kelemahan tersendiri. Salah satunya adalah barang yang dikirim bisa saja salah.
Seperti yang dialami oleh Tomi. Awalnya Tomi bermaksud memesan sepatu olahraga.
Karena tertari, Tomi pun memesan sepatu melalui aplikasi pengiriman online.
Tetapi, ketika barang pesanannya sampai, yang datang malah sepatu ukuran anak-anak.
"Alamakk…! Kok ukuran anak-anak?" tanya Tomi bingung sendiri.
Melihat Tomi yang kebingungan, teman-teman satu kosnya pun tertawa.
Padahal, Tomi mau pamer kalau ia beli sepatu baru ke teman-temannya. Tapi niatnya itu gagal. Yang ia dapat malah rugi karena uangnya sudah keluar tapi sepatunya tak bisa ia pakai.(dof)
Program seragam gratis Pekanbaru diperluas untuk siswa SMP swasta mitra pemko. Bantuan ditargetkan mulai dibagikan…
RS Awal Bros Group merayakan HUT ke-28 bertema “Quality of Life” dengan kegiatan sosial, medis,…
Dua jembatan strategis di Kepulauan Meranti tetap menjadi prioritas. Selat Akar ditargetkan rampung 2026, Panglima…
Pemerintah mengkaji pembatasan Pertalite bagi kelompok desil 9-10. Sepeda motor masih diperbolehkan membeli BBM bersubsidi.
Dua kebakaran lahan terjadi di Kampar, sementara tiga hotspot terdeteksi. BPBD mencatat ISPU 94 dan…
Jejak tapir ditemukan di sekitar permukiman warga Langkai, Siak. BBKSDA mengimbau warga waspada dan tidak…