Categories: Nasional

40 Persen Gigi Anak Bisa Sering Sakit

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Mendidik anak untuk rajin sikat gigi di malam hari sangat baik bagi kesehatan. Sebab bisa mencegah kerusakan gigi. Maka perlu contoh dan peran orang tua yang disiplin mengedukasi pada anak. Sayangnya, hal ini masih kurang diperhatikan orang tua.

Berdasarkan survei Unilever dengan King’s College London, masih ditemukan anak yang memiliki kondisi gigi kurang baik. Ditemukan, 34 persen belum membiasakan diri untuk sikat gigi di malam hari. Artinya, mereka belum menjadikan kebiasaan ini sebagai prioritas ataupun bagian dari rutinitas sebelum tidur.

"Menyikat gigi pada waktu yang tepat, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur," kata drg Ratu Mirah Afifah GCClinDent MDSc dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3).

Survei memperlihatkan, menjaga kesehatan gigi dan mulut anak yang tidak rutin, terutama saat malam hari ternyata memiliki dampak dua kali lebih buruk dibandingkan yang menyikat gigi. Mereka berpeluang 40 persen lebih tinggi mengalami sakit gigi. Merekapun menjadi lebih tidak percaya diri di sekolah.

"Selain itu, anak-anak yang tidak menyikat gigi di malam hari sering diejek temannya karena giginya tidak sehat, dan sepertiga dari mereka merasa rendah diri," lanjut drg Mirah.

Ketua Pengurus Besar PDGI Dr drg RM Sri Hananto Seno SpBM (K) MM menjelaskan, menyikat gigi pada pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur dapat menekan kerusakan gigi hingga 80 persen pada anak-anak. Menyikat gigi di malam hari sangatlah penting karena mulut anak-anak menghasilkan lebih sedikit air liur ketika mereka tidur.

"Dalam kondisi ini, kuman dan bakteri memiliki lingkungan yang sempurna untuk berkembang lebih cepat, dan mengubah sisa makanan menjadi asam, dan akhirnya menyebabkan gigi berlubang," katanya.

Orang tua memiliki peranan sangat penting untuk menanamkan kebiasaan menyikat gigi di malam hari. Namun, survei memperlihatkan bahwa 24 persen orang tua di Indonesia membiarkan anaknya tidur sebelum menyikat gigi. Bahkan 21 persen orang tua menjadikan kebiasaan negatif ini sebagai reward untuk anak mereka.

"Diperlukan komitmen kuat dari orang tua untuk menciptakan suasana yang menyenangkan agar anak tidak merasa jenuh atau terpaksa untuk menyikat gigi sebelum tidur," jelas drg Sri Hananto Seno.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

2 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

2 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

2 hari ago

Hakim Vonis Ringan Kasus Penggelapan Miliaran, Kejari Inhil Siap Banding

Vonis ringan kasus penggelapan Rp7,1 miliar di Inhil tuai sorotan. Kejari siap banding, korban kecewa…

2 hari ago

45 Jemaah Haji Riau Akhirnya Berangkat Usai Alami Penundaan

Sebanyak 45 jemaah haji Riau yang sempat tertunda kini telah diberangkatkan ke Tanah Suci dengan…

2 hari ago

Wako Pekanbaru Jemput Dukungan Pusat, Gaspol Benahi Sistem Sampah

Wako Pekanbaru jemput dukungan pusat untuk percepat waste station dan penataan TPA, dorong sistem pengelolaan…

3 hari ago