Categories: Nasional

Wamenag: Harus Arif dan Bijaksana Menyikapi Penyampaian Ucapan Natal

JAKARTA (RIAUPOS.CO)  – Polemik menyampaikan selamat Natal seperti sebuah isu berulang. Rutin mencuat menjelang perayaan Natal yang jatuh setiap 25 Desember.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi berharap masyarakat menyikapi polemik hukum menyampaikan ucapan Natal secara arif dan bijaksana.

Zainut yang juga Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI menuturkan memang ada perbedaan pandangan para ulama dalam menilai masalah ucapan Selamat Natal.

“Sebagian ulama ada yang melarang dan sebagiannya lagi membolehkan,” kata Zainut, Sabtu (18/12/2021).

Politisi PPP itu mengatakan, MUI Pusat sendiri belum pernah mengeluarkan ketetapan fatwa tentang hukumnya memberikan tahniah atau ucapan Selamat Natal kepada umat kristiani yang merayakannya. MUI pusat mengembalikan masalah ini kepada umat Islam untuk mengikuti pendapat ulama yang sudah ada sesuai dengan keyakinannya.

“Saya menghormati pendapat ulama yang menyatakan bahwa mengucapkan Selamat Natal itu hukumnya haram atau dilarang oleh agama,” jelasnya.

Hal itu didasarkan pada argumentasi bahwa mengucapkan Selamat Natal itu bagian dari keyakinan agamanya.

Begitu juga sebaliknya, Zainut menghormati pendapat ulama yang menyatakan bahwa mengucapkan Selamat Natal itu hukumnya mubah atau boleh dan tidak dilarang oleh agama.

“Karena didasarkan pada argumentasi bahwa hal itu bukan bagian dari keyakinan agama,” terangnya.

Tetapi sebatas memberikan penghormatan atas dasar hubungan kekerabatan, kekeluargaan, dan relasi antarumat manusia.

Zainut mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk arif dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan pendapat tersebut. Kemudian tidak menjadikannya sebuah polemik yang justru dapat mengganggu kerukunan dan harmoni hubungan interen maupun antarumat beragama.

Sebaiknya, semua pihak mengembalikan masalah ini kepada keyakinan kita masing-masing dengan tidak saling menyalahkan bahkan mengafirkan. Sebagai sesama anak bangsa, dia mengajak untuk terus menjaga dan memelihara kerukunan dan persaudaraan diantara kita semuanya. Baik persaudaraan keislaman, persaudaraan atas dasar kemanusiaan, maupun persaudaraan kebangsaan.

“Demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, rukun, dan damai,” ujarnya mengakhiri.

Sumber: JPG/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

MK Kabulkan Gugatan, Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Internet Pengguna

MK menegaskan sisa kuota internet merupakan hak konsumen yang bernilai ekonomi. Operator wajib menyediakan pilihan…

15 jam ago

Enam Jam Geledah Kantor Disdik Riau, Penyidik Bawa Dokumen dan Barang Elektronik

Kejati Riau menggeledah Kantor Disdik terkait dugaan korupsi pengadaan IFP 2024 senilai Rp9,6 miliar dan…

16 jam ago

Rohil Cetak Rekor MURI, 7.750 Penari Perempuan Tampilkan Tari Sapin Bagan

Sebanyak 7.750 penari perempuan dari 18 kecamatan tampil serentak membawakan Tari Sapin Bagan hingga Rohil…

17 jam ago

Bintang Laut Menang Tipis atas Wahidin dalam Duel Sengit HSBL Bagansiapiapi 2026

Hari kedua HSBL Bagansiapiapi Series 2026 berlangsung sengit. Bintang Laut menang tipis 54-52 atas Wahidin,…

17 jam ago

Pemprov Riau Buka Rekrutmen 90 Tenaga Perawat, Pengumuman Seleksi Mulai Pekan Depan

Pemprov Riau menyiapkan 90 formasi tenaga perawat melalui skema BLUD. Pengumuman rekrutmen dijadwalkan mulai pekan…

18 jam ago

Lubang Besar Menganga di Jalan Kaharuddin Nasution Dekat Bandara SSK II Pekanbaru

Lubang besar menganga di Jalan Kaharuddin Nasution dekat Bandara SSK II Pekanbaru. Pengendara khawatir dan…

18 jam ago